Saturday, April 7, 2012

Siapakah Semar ?

MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.
Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
  1. tidak pernah lapar
  2. tidak pernah mengantuk
  3. tidak pernah jatuh cinta
  4. tidak pernah bersedih
  5. tidak pernah merasa capek
  6. tidak pernah menderita sakit
  7. tidak pernah kepanasan
  8. tidak pernah kedinginan
kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia. 
Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga. 
Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta. 
Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.
Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya. 
Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.
Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.
Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.

Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar. 
SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.
Wallohu a'lam. 


Sumber :  http://www.kurniafm.com

Friday, April 6, 2012

Macam-macam Strategi Pembelajaran Aktif

Information Search ( Mencari Info )


Metode ini sama dengan ujian open book. Secara berkelompok peserta didik mencari informasi ( biasanya tercakup dalam pelajaran ) yang menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan kepada mereka. Metode ini sangat membantu pembelajaran untuk lebih menghidupkan materi yang dianggap kering.
Langkah-langkah
  • 1.       Buatlah beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari informasi yang dapat ditemukan dalam bahan-bahan sumber yang bisa diakses oleh peserta didik. Bahan-bahan sumber ini bisa dalam bentuk :
  • -          Hansout
  • -          Dokumen
  • -          Buku Teks
  • -          Informasi dari internet
  • -          Perangkat keras ( mesin, komputer, dan alat-alat lain )
  • 2.       Bagikan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada peserta didik.
  • 3.       Minta peserta didik menjawab pertanyaan, bisa individual atau kelompok kecil. Kompetensi antar kelompok dapat diciptakan untuk meningkatkan partisipasi.
  • 4.       Beri komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik. Kembangkan jawaban untuk memperluas skope pembelajaran.
  • Catatan :
  • 1.       Buatlah pertanyaan yang mendorong peserta didik untuk menjawabnya dengan cara menyimpulkan sumber informasi yang tersedia.
  • 2.       Selain mencari jawaban pertanyaan, peserta didik bisa juga diberi tugas seperti pemecahan masalah atau tugas dimana peserta didik harus mencocokkan atau merangkai kata-kata yang menyimpulkan poin-poin penting dari sumber bacaan.


The Power of Two ( Kekuatan Dua Kepala )


Aktivitas pembelajaran ini digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat arti penting serta manfaat sinergi dua orang. Strategi ini mempunyai prinsip bahwa berpikir berdua jauh lebih baik daripada berpikir sendiri.
Langkah-langkah
1.       Ajukan satu atau lebih pertanyaan yang menuntut perenungan dan pemikiran. Beberapa contoh diantaranya :
-          Mengapa terjadi perbedaan paham dan aliran di kalangan umat ?
-          Mengapa peristiwa dan kejadian buruk menimpa orang-orang baik ?
-          Apa arti tulus yang sebenarnnya ?
2.       Peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara individual.
3.       Setelah semua peserta didik menjawab dengan lengkap semua pertanyaan, mintalah mereka berpasangan dan saling bertukar jawaban satu sama lain dan membahasny.
4.       Mintalah pasangan-pasangan tersebut membuat jawaban baru untuk setiap pertanyaan, sekaligus memperbaiki jawaban individual mereka.
5.       Ketika semua pasangan telah menulis jawaban-jawaban baru bandingkan jawaban setiap pasangan di dalam kelas.
Catatan
1.       Mintalah keseluruhan kelas untuk memilih jawaban terbaik untuk setiap pertanyaan.
2.       Untuk mempersingkat waktu, berikan pertanyaan spesifik kepada pasangan-pasangan tertentu daripada memberikan pertanyaan yang sama untuk semua orang.
.............. Dua otak Bekerjasama pasti hasilnya lebih baik. Berpikirlah bersama orang lain.........

Lightening the learning Climate ( Menghidupkan Suasana Belajar )


Suatu kelas dapat dengan cepat menemukan suasana belajar yang rileks, informal dan tidak menakutkan dengan meminta peserta didik membuat humor-humor kreatif yang behubungan dengan materi sekolah. Strategi ini sangatlah informal, akan tetapi pada waktu yang sama dapat mengajak peserta didik untuk berpikir.
Langkah-langkah
1.       Jelaskan kepada peserta didik bahwa anda akan memulai pelajaran dengan aktivitas pembuka yang menyenangkan sebelum masuk pada materi yang lebih serius.
2.       Bagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil. Beri masing-masing kelompok kecil itu satu tugas untuk membuat kegembiraan atau kelucuan dari topik, konsep atau isu dari materi yang anda ajarkan, sebagai contoh dapat dimisalkan hal-hal sebagai berikut :
-          Ilmu pemerintahan; Gambarkan satu sistem pemerintahan yang menurut anda tidak efektif.
-          Matematika; Buatlah suatu cara menghitung yang paling tidak efisien.
-          Ilmu Kesehatan; Buatlah menu makanan yang sama sekali tidak bergizi.
-          Grammar; Tulislah kalimat yang memuat kesalahan-kesalahan grammar sebanyak mungkin.
-          Teknik; buatlah satu jembatan yang nampak akan jatuh.
3.       Minta kelompok-kelompok tadi untuk mempresentasikan kreasi mereka. Hargai setiap kreasi.
4.       Tanyakan, “Apa yang mereka pelajari tentang materi kita dari latihan ini?”
5.       Guru memberi penjelasan atau melanjutkan pelajaran dengan materi lain.

Metode Ceramah

Tidak disangkal lagi bahwa metode pembelajaran yang paling populer di Indonesia bahkan juga di negara-negara maju, adalah metode ceramah, atau yang sering disebut dengan lecture atau lecturing. Mengingat populernya metode ceramah ini, maka di sini akan diulas beberapa hal yang berkaitan dengan metode ceramah ini, maka di sini akan diulas beberapa hal yang berkaitan dengan metode ceramah, baik dari sisi kelebihan dan kekurangannya.



Kelebihan Metode Ceramah

Berbicara mengenai sebuah metode pembelajaran, akan sering dijumpai  pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan alasan pemakaian. ketika berbagai alasan dicoba untuk diketengahkan, tentunya tidak akan disampaikan alasan-alasan yang bersifat subyektif dan tendesius. Untuk mendapatkan alasan yang kuat dan rasional perlu dilihat sisi-sisi kekuatan dan kelemahannya, sehingga dari pecandraan terhadap kedua sisi tersebut dapat diketemukan alasan yang dapat diterima oleh banyak orang. Untuk itu, di sini akan dipaparkan kelebihan metode ceramah, baik menurut teori-teori yang disampaikan oleh para ahli maupun oleh kalangan pengajar yang selama ini menggunakan metode tersebut. Namun sebelum membahas lebih lanjut  tentang metode ceramah, di sini akan disampaikan bahwa dalam pengajaran, seorang guru pasti mempunyai tujuan yang akan dicapai oleh peserta didik. Tujuan tersebut dapat dikategorikan  menjadi beberapa kategori :
  • 1.       Mendapatkan pengetahuan,
  • 2.       Mampu menyampaikan pendapat,
  • 3.       Merubah sikap,
  • 4.       Keahlian dalam bidang tertentu.
Metode pembelajaran akan berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai. Seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan dengan tujuan agar peserta didiknya mendapatkan suatu pengetahuan yang bersifat kognitif, akan menggunakan metode pembelajaran yang bebbeda dengan orang lain atau dirinya sendiri ketika mengajar mata pelajaran yang bertujuan agar peserta didik mampu merubah sikap tertentu.
Berdasarkan atas kenyataan tersebut di atas, maka ketika seorang guru akan menggunakan metode cerama, dia harus dapat mencapai tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Oleh sebab itu, menggunakan atau tidak menggunakan metode ceramah , sebaiknya diketahui terlebih dahulu apa sebenarnya metode ceramah itu.
Meskipun selama ini banyak guru atau bahkan semua guru menggunakan metode ceramah dalam mengajar, namaun belum banyak yang menyadari apa sebetulnya metode ceramah itu. Bligh menyatakan bahwa ceramah adalah Continuous expositions by a speaker who wants the audience to learn something. Cranton mengisyaratkan bahwa metode ceramah identik dengan apa yang dikenal dengan Instuctor-Centerd Method. Hal ini terjadi karena pengajar adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab terhadap penyampaian materi kepada peserta didik, sehingga arah komunikasi cenderung hanya satu arah, yaitu dari guru kepada peserta didik. Berkaitan dengan hal ini Bligh berpendapat bahwa sesuai dengan bukti penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Metode ceramah adalah metode yang tetap baik untuk digunakan. Selanjutnya dia berpendapat :
  • 1.       Metode ceramah sama baiknya dengan metode yang lain, khususnya jika itu digunakan untuk menyampaikan informasi, akan tetapi tidak lebih baik.
  • 2.       Pada umumnya metode ceramah tidak seefektif metode diskusi, jika digunakan untuk menggugah pendapat peserta didik.
  • 3.       Jika tujuan pembelajaran adalah merubah sikap peserta didik, maka sebaiknya tidak menggunakan metode ceramah.
  • 4.       Ceramah tidak efektif jika digunakan untuk mengajar ketrampilan.
Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa dalam hal tertentu, metode ceramah tidak kalah dibandingkan dengan metode-metode yang lain, terutama dalam hal penyampaian informasi . tidak berbeda dengan Bligh, Cranton berpendapat bahwa metode ceramah dapat menjadi metode yang efektif jika dipakai untuk pengajaran pada tingkatan yang rendah, yaitu pengetahuan dan pemahaman, dari pembelajaran ranah kognitif, terutama pada kelas besar. Dari keterangan di atas, dapat dilihat sisi positif dari metode ceramah yang dapat disejajarkan dengan metode-metode pembelajaran yang lain.
Dalam berbagai workshop yang diberikan oleh Center for Teaching Staff Development (CTSD), peserta selalu diminta untuk mengidentifikasikan kelebihan-kelebihan metode ceramah, dan hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut.
  • 1.       Praktis dari sisi persiapan dan media yang digunakan.
  • 2.       Efisien dari sisi waktu dan biaya.
  • 3.       Dapat menyampaikan materi yang banyak.
  • 4.       Mendorong dosen menguasai materi.
  • 5.       Lebih mudah mengontrol kelas.
  • 6.       Peserta didik tidak perlu persiapan.
  • 7.       Peserta didik dapat langsung menerima ilmu pengetahuan.
Dari uraian tersebut di atas, tampaklah kelebihan yang ada pada metode ceramah. Selanjutnya di bawah ini akan dibahas mengenai kelemahan metode ceramah.


Kelemahan Metode Ceramah

Tanpa mengecilkan metode ceramah, metode yang hanya mengandalkan indera pendengaran sebagai alat belajar yang dominan ini, mempunyai beberapa kelemahan. Diantaranya adalah mudah terganggu oleh hal-hal visual dan rentan terhadap kebisingan. Di samping itu, faktor otak yang cepat melupakan informasi yang didapat dianggap sebagai hal yang dominan. Faktor otak manusia tidak dapat diabaikan begitu saja, bahkan ini dapat menjadi faktor yang sangat dominan. Pertanyaan yang mungkin akan timbul adalah, kenapa otak cepat lupa? Berkaitan dengan hal ini, Bligh menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan seorang cepat lupa, antara lain adalah:
  • 1.       Retroactive dan Proactive Interference
  • Yang dimaksud dengan interference adalah gangguan atau perubahan situasi yang terjadi dalam memori otak manusia.
  • 2.       Trace Decay pada menit-menit awal
  • Yang dimaksud dengan trace decay adalah mudahnya otak manusia untuk melupakan sesuatu yang dipelajari dalam hitungan menit atau bahkan detik.
  • 3.       Banyaknya informasi yang harus diingat
  • Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang mudah melupakan sesuatu adalah karena dia ingin tahu atau terpaksa belajar yang banyak.
  • 4.       Melupakan yang tidak diingini
  • Dalam belajar, seseorang tidak akan mengingat-ingat  sesuatu yang tidak diingini.

Tips Jitu Merawat Motor Kesayangan

Tauhukah anda motor juga perlu perawatan yang extra... jangan asal mengendara da tidak pernah merawat motor anda. sebagai acuan saya berikan beberapa tips untuk perawatan motor anda. tips ini bertujuan untuk menjaga supaya motor anda tetep prima dan tidak cepet bobrok. tips itu antara lain :

1. Cek Kondisi Oli
Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti stang seher, seher, dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya diganti. Ganti oli secara berkala dan gunakan sesuai dengan rekomendasi pabrik motor anda.

2. Cek Kondisi Aki
Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang akibatnya bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Tambahkan aki pada pagi hari.

Jangan biarkan baterai atau accu yang sudah mulai melemah, segeralah menggantinya, bukan hal baik jika anda tetap memaksa menggunakannya. Jika tetap dipaksakan kedua kutub positif dan negatif akan mengeluarkan korosi (serbuk putih) yang akan menjalar ke bagian kabel-kabel utama yang menghubungkan arus listrik ke saluran lampu, dinamo, atau bagian-bagian lainnya.

Jika memang motor anda mengalami hal tersebut, arus listrik yang dihantarkan baterai atau accu tidak sempurna akan menyebabkan kerusakan pada komponen dinamo, kontak mesin maupun switch lampu. Satu hal yang perlu diperhatikan jika accu sudah lemah atau tidak mampu di starter dan distarter, jangan memaksa mendorong sepeda motor untuk menghidupkannya sebab hanya akan merusak gigi transmisi.

3. Periksa Rantai dan Gir
Jangan biarkan rantai terlalu kendor, atau terlalu kencang resikonya besar... Terlalu kendor bisa membuat rantai copot dari girnya, sementara terlalu kencang bisa mengakibatkan putus rantai. Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus.

4. Periksa Kabel Koil dan Busi
Perhatikan keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi. Cepat ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan banyak terlihat keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaan busi karena busi sangat vital untuk kelancaran sebuah mesin kendaraan.

5. Perhatikan Selang Bensin
Selang bensin ke karburator juga merupakanm komponen yang layak diperhatikan. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastis dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator. Pada akhirnya akan terjadi penyumbatan suplai bensin dari tanki ke karburator sehingga mengganggu sistem pembakaran.

6. Panaskan Mesin paling lama 2 Menit
Panaskan mesin sebelum motor dijalankan, tak perlu lama-lama cukup 1-2 menit agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Jangan terlalu lama memanaskan karena akan membuat pipa knalpot menguning selain hanya buang-buang bensin BBM kan dah naik.

7. Gunakan Selalu Sparepart Asli
Lebih baik mahal sedikit, tapi puas dan tahan lama daripada memakai yang tidak asli, meski murah tapi tapi daya tahan kurang.

nah... gampang kan ternyata merawat motor itu.. jadi jangan malas malas untuk merawat motor anda. disamping motor ada akan awet dan ga gampang rusak tentunya motor anda juga enak kalo di naiki.. nah mungkin sedikit tips dari saya ini bisa membantu anda. o ya jangan lupa untuk mencuci motor anda ya.. karena kebersihan sebagian dari iman hehehehe...



NB : Hati-hati dalam memilih dealer atau / Bengkel servis. Dealer Resmi tidak menjamin semua mekaniknya benar-benar mahir / profesional dalam menangani motor anda.
apabila anda merasa puas atas hasil servisan salah satu bengkel, tetaplah konsisten di bengkel tersebut. jangan mudah percaya dengan mekanik bengkel - bengkel biasa. terkadang ada mekanik yang omdo tapi hasil servisannya nol, malah nanti motor anda menjadi korban malpraktek hehehehe. anda harus menjadi orang yang sensitif / peka dalam mengenali kekurang nyamanan motor anda.


Sumber : http://tipjitu.blogspot.com

Lumajang - Malang Bersama GL MAX Warisan Si Mbah

Inilah sepenggal kisah perjalanan saya dari Kampung halaman (Selok Awar-awar) menuju kota Malang tempat saya menuntut ilmu. Saya ke kota Malang lebih banyak melewati jalur selatan karena menurut saya jauh lebih dekat daripada lewat jalur utara yang melewati 2 kabupaten yaitu Probolinggo dan Pasuruan, berbeda dengan lewat jalur selatan yaitu Lumajang langsung ketemu perbatasan Malang dengan melintasi beberapa kecamatan kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang, antara lain :

Kabupaten Lumajang    : Pasirian, Candipuro dan Pronojiwo
Kabupaten Malang        : Ampelgading, Dampit, Turen, Bululawang dan Sukun

Gladak Perak
di Candipuro saya melewati jembatan Perak, Menurut mitos yang dipercaya masyarakat setempat, fondasi jembatan lama dibangun dengan tumbal gelang perak milik seorang penari ledek cantik sebagai penolak bala. Dari situlah muncul sebutan Gladak Perak atau Jembatan Perak. Ada dua jembatan di sana, satu buatan Belanda yang sudah tidak digunakan lagi dan satu jembatan beton sepanjang 130 meter yang dibangun Pemerintah Indonesia pada tahun 2001. Dari arah Lumajang, di sisi kiri jalan terhampar pemandangan lembah sungai hingga laut selatan. Di sepanjang perjalanan, ada 15 pondok bambu yang menjajakan makanan dan minuman.


Jalan Piket Nol
dari Gladak Perak terus keatas lagi saya melewati sebuah bukit yang merupakan titik tertinggi di jalur jalan ini, terdapat tempat yang dinamakan Piket Nol. Di sana ada sejumlah pondok bambu untuk beristirahat para pejalan jauh tapi saya tidak pernah singgah di situ karena menurut saya masih terlau dekat dari tempat saya berangkat. Menurut masyarakat sekitar, tempat itu dinamakan Piket Nol karena pada zaman penjajahan Belanda, ada pos pemeriksaan kendaraan pengangkut hasil bumi dan hutan di tempat itu. Muatan kendaraan diperiksa dan ditarik retribusi. Namun, setiap kali ada pemeriksaan oleh pejabat Pemerintah Belanda, petugas piket jaga di pos itu tidak pernah ada. Maka, muncul sebutan Piket Nol. Dari hutan wisata di atas bukit ini, tersaji pemandangan bentang alam kawasan pantai di selatan dan puncak Semeru yang gagah di utara. kemudian perjalanan saya dilanjutkan menuruni perbukitan. dibutuhkan waktu kira-kira 1 jam setengah untuk mencapai perbatasan Malang.



Wisata alam Goa Tetes
masih di kabupaten Lumajang saya melintasi desa Sidomulyo kecamatan Pronojiwo, di sana terdapat tempat wisata Goa Tetes yang merupakan wisata goa yang didalamnya terdapat stalagtit dan stalagmit dengan warna yang beraneka ragam. jarak tempuh dari kota Lumajang ± 55 Km ke sebelah Selatan, mudah dicapai dengan kendaraan roda dua / empat, satu jalur dengan obyek wisata Piket Nol, selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menuruni tangga sepanjang ± 3 Km untuk sampai ke mulut goa, dengan medan yang cukup menantang. Menurut dosen saya yang kebetulan dosen matakuliah Foklor ( Pak Azam ), goa ini banyak dikunjungi oleh muda mudi karena dipercaya masyarakat dapat mempersatukan kembali keretakan rumah tangga yang sedang bermasalah, apa lagi para abg yang hubungannya tidak ingin putus sama pacarnya. kalau anda ingin hubungan anda langgeng bersama orang tercinta monggo datang ke sana (promosi dikit hehehehe). baiklah lanjut perjalanan saya

akhirnya sampailah di kecamatan Dampit. setiap nyampai di kecamatan tersebut saya merasa lega karena perjalanan saya tinggal sedikit lagi. dan saya selalu menyempatkan diri mampir di sebuah Pom bensin yang berada di situ. Pom itu saya pilih sebagai tempat persinggahan sejenak saya karena di situ pemandangannya indah dan udaranya sejuk.

Pom bensin Dampit
sesampainya di Sedayu kecamatan Turen, hujannya sangat lebat sekali sehingga dengan terpaksa saya behenti untuk memakai jas hujan / mantel yang sudah saya siapkan dari rumah kemudian saya lanjutkan perjalanan saya.

Motor saya Kehujanan
sekitar 30 menit kemudian saya sampai di kos tapi motor saya sepertinya mulai kena demam dan harus di servis hehehehe. itu ceritaku, apa ceritamu ?? hehehehe. thanks ya udah nyimak sampai selesai..

Mekanik Bengkel sedang menyervis Motor saya









Wednesday, April 4, 2012

SKRIPSI PTK PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS HIDROSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI MUKA BUMI (MATA PELAJARAN : GEOGRAFI) – (SMA KELAS X)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
      Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional. Oleh karena itu pembangunan di bidang pendidikan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan sumberdaya manusia agar mampu bersaing dalam menghadapi perkembangan zaman. Karena pentingnya bidang pendidikan tersebut maka komponen yang terkait dalam dunia pendidikan baik keluarga, masyarakat, dan juga pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
      Meningkatkan kualitas pembelajaran merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam suatu proses belajar mengajar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini merupakan tugas bagi masing-masing sekolah dan yang paling utama adalah bagi guru sebagai tenaga pengajar. Guru harus selalu kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan berkualitas dan prestasi yang dicapai siswa memuaskan. Metode pembelajaran yang dipilih harus sesuai dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, karena pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
            Seiring dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai tahun 2006 lalu, guru tidak bisa lagi mempertahankan paradigma lama yaitu guru merupakan pusat kegiatan belajar di kelas (teacher center). Hal ini nampaknya masih banyak diterapkan di ruang-ruang kelas dengan alasan pembelajaran seperti ini merupakan pembelajaran yang paling praktis dan tidak menyita waktu. Hal ini menyebabkan siswa cenderung jenuh, bosan dan akhirnya kurang tertarik terhadap pembelajaran yang berlangsung. Hal ini berpengaruh terhadap capaian hasil belajar siswa.
Secara umum keberhasilan proses belajar mengajar dapat ditinjau dari dua faktor, yaitu:
1. Faktor guru
a.       Penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan materi yang diajarkan
b.      Penguasaan guru terhadap materi yang disampaikan
c.       Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan
2. Faktor siswa
a.       Seberapa besar minat dan kemampuan siswa dalam belajar
b.      Kemampuan siswa untuk mempelajari buku-buku bacaan sebagai sumber belajar
Berdasarkan pengamatan dan observasi yang telah dilakukan di SMAN X, pembelajaran geografi yang dilakukan guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional ceramah dan pembelajaran berpusat pada guru.
            Guru geografi tidak menyadari bahwa metode pembelajaran konvensional yang dilakukan monoton dan membosankan sehingga para siswa menjadi kurang antusias, cenderung pasif, dan kurang tertarik dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu dalam pembelajaran guru juga tidak menggunakan media yang menarik. Hal inilah yang menyebabkan hasil belajar yang dicapai siswa cenderung rendah. Kenyataannya di lapangan, guru merasa kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran geografi karena guru sudah terbiasa dengan metode ceramah yang dirasa paling mudah dilaksanakan. Selain dari faktor guru, rendahnya hasil belajar siswa juga dapat disebabkan karena faktor dari siswa, salah satunya yaitu minat belajar. Pada saat pelajaran geografi berlangsung siswa cenderung pasif di dalam kelas, hanya beberapa siswa yang terlihat mencatat penjelasan guru, sedikit yang mempunyai buku literatur, dan sedikit siswa yang bertanya. Hal ini menunjukkankan bahwa siswa kurang berminat dalam mengikuti pelajaran geografi. Kurangnya minat siswa terhadap pelajaran geografi dapat menyebabkan hasil belajar siswa kurang maksimal dan ketidaktertarikan siswa terhadap pelajaran yang bersangkutan. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003: 57) yang mengemukakan:
            "Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya. Ia segan-segan untuk belajar, ia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu."
Reber dalam Syah (1995:136) menyatakan bahwa minat banyak bergantung pada faktor-faktor internal seperti: pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. Minat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar dalam bidang-bidang studi tertentu. Misalnya seorang siswa menaruh perhatian besar terhadap mata pelajaran geografi akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Kemudian karena pemusatan perhatiannya lebih intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan.
            Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan perbaikan terhadap strategi pembelajaran yang berkaitan dengan model pembelajaran yang digunakan guru, yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu dari banyak model pembelajaran yang dapat dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif lebih melibatkan siswa secara langsung untuk aktif dalam pembelajaran. Jadi dengan diterapkannya model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa terhadap pelajaran geografi.
            Berdasarkan informasi dari guru, siswa menganggap bahwa materi pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi merupakan materi yang sulit untuk dipelajari dan dipahami. Guru juga merasa kesulitan dalam menyampaikan materi karena keterbatasan waktu dan banyaknya materi yang tercakup dalam KD tersebut yang meliputi siklus hidrologi, berbagai macam perairan darat, dan perairan laut. Luasnya cakupan materi tersebut dengan hanya diterapkan metode ceramah saja menjadikan siswa sangat sulit memahami materi tersebut. Hal ini ditunjukkan pula dengan perolehan nilai siswa pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi yang cenderung rendah dari tahun ke tahun dan lebih rendah pula dibandingkan dengan KD lain pada semester genap.
            Apabila dibandingkan dengan Kompetensi Dasar lain pada semester genap, nilai rata-rata siswa pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi juga lebih rendah pada tahun XXXX.
            Dari data tersebut menunjukkan masih rendahnya hasil belajar siswa SMAN X pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi. Oleh karena itu perlu diadakan suatu penerapan metode pembelajaran baru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Kompetensi Dasar tersebut.
            Berdasarkan nilai ulangan pada mid semester genap tersebut menunjukkan bahwa kelas X mempunyai nilai rata-rata kelas yang paling rendah dibanding dengan kelas lain. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan pada kelas X. Di dalam pembelajaran kooperatif dikenal berbagai metode pembelajaran salah satunya adalah metode Numbered Heads Together (NHT). NHT merupakan pendekatan struktur informal dalam cooperative learning. NHT merupakan struktur sederhana dan terdiri atas 4 tahap yaitu Penomoran (numbering), Mengajukan Pertanyaan (Questioning), Berpikir Bersama (Heads Together), dan Menjawab (Answering) yang digunakan untuk mereview fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk mengatur interaksi para siswa.
            Prinsipnya metode ini membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil, dan setiap siswa dalam kelompok akan mendapatkan nomor, nomor inilah yang digunakan sebagai patokan guru dalam menunjuk siswa untuk mengerjakan tugasnya. Selain itu pembagian kelompok juga dimaksudkan agar setiap siswa dapat bertukar pikiran dalam menyelesaikan semua permasalahan yang ditugaskan oleh guru secara bersama-sama sehingga diharapkan setiap siswa akan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini berupaya meningkatkan aktivitas siswa untuk aktif dalam belajar secara kelompok, sehingga akan menimbulkan minat dan motivasi yang tinggi dalam belajar baik secara individu maupun kelompok.
            Penerapan metode NHT ini sesuai dengan karakteristik pada KD Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi karena dengan melakukan diskusi siswa dapat bertukar pikiran mengenai materi yang dipelajari, sehingga siswa tidak diibaratkan sebagai botol kosong yang kemudian diisi oleh guru. Dengan metode ini semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk melaporkan hasil diskusi, sehingga semua anggota kelompok dituntut untuk memahami materi yang dipelajari. Metode NHT menuntut siswa untuk berdiskusi dengan sungguh-sungguh, tidak hanya mengandalkan pada siswa yang pandai, sehingga memungkinkan siswa untuk memahami materi dan hasil belajar siswa meningkat.
Dalam upaya peningkatan minat dan hasil belajar siswa tersebut, maka perlu dilaksanakan tindakan perbaikan berkaitan dengan penggunaan metode pembelajaran geografi, khususnya pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi. Dengan perumusan judul penelitian sebagai berikut: "Penerapan Metode Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Geografi pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi Siswa Kelas X SMAN X Tahun XXXX/XXXX"
B.  Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah penerapan Metode Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan minat              belajar geografi pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya       terhadap Kehidupan di Muka Bumi Siswa Kelas X SMAN X tahun ajaran XXXX/XXXX?
2. Apakah penerapan Metode Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil    belajar geografi pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya         terhadap Kehidupan di Muka Bumi Siswa Kelas X SMAN X tahun ajaran    XXXX/XXXX?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui peningkatan minat belajar Geografi dengan menerapkan Metode            Numbered Heads Together (NHT) pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan   Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi Siswa Kelas X SMAN X Tahun      XXXX/XXXX.
2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Geografi dengan menerapkan Metode             Numbered Heads Together (NHT) pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan   Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi Siswa Kelas X SMAN X Tahun      XXXX/XXXX.
C.      Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Teoretis
a. Memberikan kontribusi keilmuan yang bermanfaat dalam dunia pendidikan mengenai penerapan pembelajaran kooperatif dengan Metode Numbered Heads Together (NHT) untuk peningkatan minat dan hasil belajar siswa mata pelajaran geografi terutama pada Kompetensi Dasar Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi.
b. Sebagai acuan pembelajaran yang inovatif dan mendukung teori pembelajaran kooperatif.
c. Menjadi bahan pembanding, pertimbangan, dan pengembangan bagi penelitin di masa yang akan datang di bidang dan permasalahan yang sejenis atau bersangkutan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
1) Mendapatkan kemudahan dalam belajar dan lebih mudah memahami materi    geografi yang disampaikan oleh guru.
2)  Meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi.
b. Bagi Guru
1) Sebagai masukan bagi guru geografi dalam menentukan metode mengajar yang tepat sesuai dengan materi yang bersangkutan, dalam rangka peningkatan minat dan hasil belajar siswa.
2) Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
3) Mengatasi kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran geografi.
c. Bagi Peneliti
1) Menerapkan ilmu yang telah diterima di bangku kuliah khususnya yang bersangkutan dengan pendidikan.
2) Mendapatkan pengalaman langsung dalam penerapan metode Metode Numbered Heads Together (NHT) khususnya pada kompetensi dasar menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi.
3) Mendapat bekal tambahan sebagai mahasiswa dan calon guru geografi sehingga siap melaksanakan tugas di lapangan.