Wednesday, April 4, 2012

Buku Tamu

Monggo sampaikan pesan / kesan anda di sini !

Wednesday, March 28, 2012

Olahraga yang Pas Saat Sedang Pilek

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Orang dewasa rata-rata terserang pilek 2 - 3 kali setiap tahunnya. Aktivitas fisik dalam taraf ringan sampai sedang biasanya masih boleh dilakukan saat terserang pilek. Bahkan, olahraga dapat membantu membuka saluran hidung dan meredakan hidung tersumbat untuk sementara.

Para ahli menyarankan bahwa berolahraga saat pilek tidak akan menjadi masalah bagi kesehatan jika gejala yang dialami hanya dari leher ke atas seperti pilek, hidung tersumbat, bersin atau sakit tenggorokan ringan. Meskipun demikian, ada baiknya mengurangi intensitas dan lama berolahraga agar gejala penyakit tidak menjadi lebih buruk. Contohnya, gantilah olahraga berlari dengan berjalan-jalan.

"Selalu waspada jika melakukan olahraga saat sakit, kurangi intensitas dan lama waktu berolahraga. Jika tetep bersikeras melakukan olahraga dengan intensitas seperti biasa ketika pilek mulai semakin parah, penyakit bisa menjadi makin serius atau tubuh akan mengalami cedera," kata Edward R. Laskowski, M.D. spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Mayo Clinic seperti dilansir Mayo Clinic, Senin (26/3/2012).

Jika menjumpai gejala atau tanda-tanda flu berat seperti demam, rasa lelah yang ekstrim, nyeri otot, kelenjar getah bening membengkak, maka sebaiknya beristirahat minimal 2 minggu sebelum melanjutkan olahraga intensif.

"Untuk mengimbangi berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, makanlah makanan yang seimbang. Kekuatan sistem kekebalan tubuh tergantung pada banyaknya vitamin dan mineral untuk fungsi tubuh yang optimal," kata dr Laskowski.

Aturan yang baik adalah makan 10-15 kalori tiap 0,5 kg berat badan yang diinginkan. Jika berat badan ideal adalah 77 kg, maka sebaiknya mengkonsumsi 1700-2550 kalori per hari. 1700 kalori bagi individu yang kurang aktif dan 2550 kalori untuk yang sangat aktif.

Selain itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berolahraga saat pilek antara lain:




  1. Jangan berolahraga jika tanda-tanda dan gejala pilek mulai menjalar ke bawah leher, Misalnya dada terasa sesak, batuk atau sakit perut.
  2. Jangan berolahraga jika mengalami demam, kelelahan atau nyeri otot yang luas.
  3. Jangan paksa tubuh untuk berolahraga jika merasa meriang atau sakit. Berhentilah berolahraga jika sakit mulai mempengaruhi kinerja. Lanjutkan olahraga rutin secara bertahap jika badan mulai merasa baikan.
  4. Tidur yang cukup. Gangguan tidur atau kurang tidur dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
  5. Jangan menyentuhkan tangan di dekat mata, hidung atau mulut. Kebanyakan bakteri dan kuman menyebar dari tangan ke wajah tanpa melalui udara.
  6. Minum banyak air. Pastikan untuk mengkonsumsi 8 gelas sehari.
  7. Periksalah ke dokter jika tidak yakin apakah kondisi tubuh sudah fit untuk berolahraga.

Sumber : http://health.detik.com/read/2012/03/27/085810/1877198/763/olahraga-yang-pas-saat-sedang-pilek

Jika Terlalu Sering Kurang Tidur, Efeknya Bisa Kena 6 Bahaya Ini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth


Jakarta, Kurang tidur atau tidur pendek dalam kondisi yang sering bisa mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan. Tidak hanya berkaitan dengan obesitas, kurang tidur juga efeknya kena bahaya ini.

Beberapa bahaya penyakit yang disebabkan oleh seringnya kurang tidur seperti dilansir MSNHealth, Rabu (26/3/2012):

1. Penyakit Kardiovaskular

Dalam sebuah studi pada 2010 yang dipublikasikan di jurnal Sleep, peneliti di Sekolah Kedokteran Universitas West Virginia me-review data dari 30.397 orang yang berpartisipasi dalam National Health Interview Study pada tahun 2005.

Peneliti menemukan partisipan yang tidur kurang dari 7 jam semalam memiliki peningkatan risiko pada penyakit jantung. Bahkan bagi wanita yang berusia di bawah 60 tahun dan tidur 5 jam atau kurang dalam semalam memiliki risiko dua kali lipat mengalami penyakit jantung.

2. Diabetes

Berdasarkan sebuah studi dalam jurnal Diabates pada 2011, peneliti dari Universitas Chicago dan Universitas Northwestern menemukan penderita diabetes tipe 2 yang kurang tidur di malam hari memiliki tingkat glukosa 9 persen lebih tinggi, tingkat insulin 30 persen lebih tinggi dan tingkat resistensi insulin 43 persen lebih tinggi.

Penderita diabetes dengan insomnia bahkan kondisinya lebih buruk, tingkat glukosanya bisa 23 persen lebih tinggi, tingkat insulinnya 48 persen lebih tinggi dan tingkat resistensi insulinnya 82 persen lebih tinggi daripada penderita diabetes yang tidak memiliki insomnia.

3. Kanker Payudara

Peneliti di Pascasarjana Sekolah Kedokteran Universitas Tohoku di Sendai, Jepang telah mempelajari hampir 24.000 wanita berusia 40-79 tahun.

Peneliti menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki risiko terserang kanker payudara 62 persen lebih tinggi, sementara yang tidur kurang dari 9 jam semalam memiliki risiko 28 persen lebih rendah.

4. Masalah Uriner/Buang Air Kecil

Dalam sebuah temuan yang dipresentasikan di pertemuan Asosiasi Urologi Amerika pada Mei 2011, peneliti di Institut Penelitian New England di Watertown, Massachusetts me-review data dari 4.145 pria dan wanita paruh baya.

Peneliti menemukan waktu tidur yang terlalu sedikit dalam lima tahun (kurang dari 5 jam semalam) dapat meningkatkan risiko kebutuhan wanita untuk bangun di malam hari dan buang air kecil (nokturia) hingga 80-90 persen.

Sebanyak 42 persen dari wanita mengklasifikasikan tidurnya lebih gelisah bila dibandingkan dengan 34 persen pria. Peneliti pun berteori bahwa kurangnya tidur mengakibatkan peradangan yang dapat mengakibatkan pada masalah uriner.

5. Kanker Usus Besar

Dalam sebuah studi pada 1.240 orang yang dipublikasikan pada 2011, peneliti dari Universitas Case Western menemukan orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam 47 persen lebih berisiko memiliki polip kolorektal, yang bisa menjadi kanker, daripada orang-orang yang memiliki jam tidur setidaknya 7 jam.

6. Kematian

Sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun pada sekitar 16.000 orang oleh peneliti di Universitas Kopenhagen menghubungkan antara kurang tidur dan resiko kematian. Ternyata para pria yang dilaporkan memiliki kebiasaan tidur yang buruk, terutama yang berusia di bawah 45 tahun, memiliki risiko kematian dua kali lipat daripada pria yang tidurnya baik.

Sementara pria yang memiliki gangguan tidur lebih dari 3 kali dalam semalam memiliki risiko bunuh diri lima kali lipat daripada pria yang tidurnya tidak terganggu.

Meskipun sebenarnya gangguan tidur tidak mempengaruhi kematian pada wanita, namun pria dan wanita yang memiliki gangguan tidur cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes.
(ir/ir)


Sumber : http://health.detik.com/read/2012/03/28/135813/1878918/766/jika-terlalu-sering-kurang-tidur-efeknya-bisa-kena-6-bahaya-ini

Sampai Kapan Indonesia akan Menyayangi Rokok?

Jakarta, Jika para perokok menganggap rokok adalah hak azasi, maka harus dipastikan bahwa hak orang lain untuk menghirup udara segar tidak terusik. Indonesia dianggap kurang tegas melindungi hak atas udara segar dan lebih sayang pada rokok.

Di berbagai forum internasional yang membahas bahaya rokok dan tembakau, Indonesia sering dikucilkan karena tidak menyepakati Framework Convention on Tobacco Control (FTCT) atau kesepakatan internasional tentang pengendalian tembakau. Lebih menyakitkan lagi, satu-satunya negara ASEAN yang tidak meratifikasi FCTC ini juga sering disindir.

Seperti yang terjadi dalam 15th World Conference on Tobacco or Health (WCTOH) di Singapura pekan lalu, sindiran datang dari Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan. Meski tidak terang-terangan menyebut Indonesia, namun sindiran itu disambut tawa riuh ribuan peserta konferensi.

"Seluruh negara ASEAN saya kira sudah sepakat soal pengendalian tembakau, kecuali.. Ah, saya tidak mau sebut namanya," kata Surin yang sehari-hari berkantor di sekretariat ASEAN di Jakarta.

Sebenarnya apa dosa Indonesia dengan tidak meratifikasi FCTC, sampai harus di-bully di setiap pertemuan internasional tentang tembakau?

Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan, rokok bertanggung jawab terhadap bermacam-macam kanker dan penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung. Dampak yang paling banyak ditemukan adalah gangguan pernapasan, mulai dari infeksi tuberculosis (TB) hingga kanker paru-paru.

Sebuah buku berjudul The Tobacco Atlas 4th Edition yang baru saja dirilis mengungkap, korban tewas akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok telah mencapai 100 juta orang sepanjang abad ke-20. Diperkirakan pada abad ke-21, angkanya akan melonjak hingga 1 miliar orang.

Bukan hanya para perokok dewasa yang menjadi korban, anak-anak yang belum mengenal rokok juga ikut merasakan dampaknya sebagai perokok pasif atau second hand smoker. Dari seluruh populasi anak-anak di seluruh dunia, diperkirakan 40 persen ikut menghirup asap rokok.

Menurut buku yang disusun oleh Michael Eriksen, Judith Mackay dan Hana Ross tersebut, kondisi di Indonesia termasuk buruk. Persentase anak-anak yang terpapar asap rokok mencapai 64,7 persen, bahkan media asing beberapa kali memberitakan anak Indonesia kecanduan rokok seperti yang terjadi di Sukabumi belum lama ini tentang seorang bocah bernama Adi Ilham yang berumur 8 tahun tapi sudah merokok.

Kondisinya juga tidak lebih baik ketika dilihat jumlah rokok yang dikonsumsi. Jika konsumsi rokok di seluruh dunia mencapai 6 juta batang rokok tiap tahun, satu keluarga di Indonesia bisa menghabiskan rata-rata 1.058 batang rokok setiap tahun.

Soal harga, rokok di Indonesia termasuk paling murah dengan rata-rata US$ 1,4 atau sekitar Rp 12.000 tiap bungkus dan itupun masih bisa dibeli secara eceran. The Tobacco Atlas menyebut, orang Indonesia hanya perlu bekerja selama 4 menit untuk mendapatkan 1 batang rokok.

Padahal di banyak negara, rokok dikenai pajak yang lumayan tinggi sehingga harganya tidak terjangkau oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah. Di Mesir misalnya, merokok pakai shisha kena pajak 100 persen dan rokok biasa dikenai pajak sebesar 75 persen.

Belum lagi masalah pencantuman peringatan bergambar. Alih-alih memenuhi rekomendasi 15th WCTOH yakni seluas 75 persen dari kemasan rokok, pemerintah baru bisa mewajibkan pencantuman peringatan tertulis yang kadang-kadang tidak tertangkap maksudnya oleh anak-anak dan kelompok buta huruf.

Menurut Bloomberg Philantropies, saat ini tercatat sudah ada 174 negara yang menyepakati FCTC untuk melindungi hak yang lebih azasi daripada merokok, yakni untuk menghirup udara segar. Sesuai rekomendasi 15th WCOTH, diharapkan pada tahun 2015 semua negara sudah meratifikasi FCTC.
(up/ir)



Sumber : http://health.detik.com/read/2012/03/26/131229/1876352/775/sampai-kapan-indonesia-akan-menyayangi-rokok?l11755775

Tuesday, March 27, 2012

Contoh RPP ( nama sekolah semisal )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Nama Sekolah                   : SMP NEGERI 2 PASIRIAN
Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester              : IX/2
Standar Kompetensi       12. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk     karya      ilmiah sederhana, teks pidato, surat pembaca.
Kompetensi Dasar             : 12.2. Menulis teks pidato / ceramah / khotbah dengan sistematika dan    bahasa yang efektif
Alokasi waktu                        : 2 x 40 menit

1.   Tujuan Pembelajaran
      Peserta didik dapat menulis teks pidato / ceramah / khotbah  dengan sistematika dan bahasa yang efektif

v  Karakter siswa yang diharapkan :         Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
2.   Materi  Pembelajaran
a.     Menentukan tema
Contoh : Olahraga
b.     Kerangka pidato : Menyambut kedatangan Kontingen Olahraga
1)   Pembukaan
-  salam
-  sapaan
-  ucapan syukur
2)  Isi
-  Ucapan selamat datang kepada kontingen
-  ucapan terima kasih kepada kontingen
-  Tujuan bertanding
-  Pesan agar bertanding secara sportif
      3)  Penutup
-  ucapan selamat
-  harapan
-  ucapan terima kasih
-  permohonan maaf
-  salam penutup

c.     Pengembangan kerangka menjadi teks pidato
(disesuaikan kerangka yang ada)
     
3.   Metode Pembelajaran
      a. Permodelan
      b. Inkuiri
      c. Demonstrasi




4.   Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
      a. Kegiatan Awal
Apersepsi :
1. Peserta didik mencermati teks pidato dari nara sumber
2. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang isi teks pidato, ceramah dan khotbah
Memotivasi :
1. Peserta didik mengembangkan kerangka menjadi teks pidato / ceramah / khotbah dengan
    memperhatikan sistematika yang baik






      b. Kegiatan Inti.  
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
§  mampu bercerita dengan urutan yang baik,suara,lafal, intonasi, gesture dan mimik yang tepat
§  memfasilitasi  Peserta didik dapat   menentukan tema pidato / ceramah / khotbah
§  Peserta didik menyusun kerangka pidato / ceramah / khotbah
§  Peserta didik menyunting teks pidato
§  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
§  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
§  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
§  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
§  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
§  Peserta didik berlatih membuat pidato
§  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
§  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
§  memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
§  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
§  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
§  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
§  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
§  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Akhir
      Dalam kegiatan penutup, guru:
§  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
§  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
§  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
§  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik




5.   Sumber Belajar
      a. Buku-buku pidato / ceramah / khotbah
      b. VCD
      c. Nara sumber

6.   Penilaian
·       Penilaian proses dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen
·    Mampu menentukan tema pidato/ceramah/khotbah
·    Mampu menyusun kerangka pidato/ceramah/khotbah
·    Mampu mengembangkan kerangka menjadi teks pidato/ceramah/khotbah dengan memperhatikan sistematika yang baik

Tes praktik /kinerja




Uji petik kerja


Susunlah teks pidato/ceramah/ khotbah melalui langkah-langkah: menentukan tema, menyusun kerangka, mengembangkan kerangka menjadi teks dengan sistematika yang baik, dan menyuntingnya pada tahap akhir!
     
1. Susunlah teks pidato / ceramah / khotbah melalui langkah-langkah menentukan tema, menyusun kerangka, mengembangkan kerangka menjadi teks dengan sistematika yang baik !

      Pedoman Penskoran

Kegiatan
Jelas
Kurang jelas
Tidak jelas

- Tema jelas
2
1
0

- Sistematika runtut
2
1
0

- Pengembangan gagasan
2
1
0














                                                                                                           
Mengetahui,
Kepala SMP N 2 Pasirian


( Agus priyono )
NPM: 090401080002

Pasirian , 3 Januari 2011
Guru Mapel Bhs Indonesia.



( Syamsul arifin )
NPM : 090401080062