Tuesday, March 27, 2012

Profesi Keguruan


By Anggoro Tri
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat seta tidak menyusahkan orang lain. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidik / guru merupakan satu diantara sekian banyak unsure pembentuk utama calon anggota masyarakat. Namun, wujud pengakuan itu berbeda-beda antara satu masyarakat dan masyarakat yang lain. Sebagian mengakui pentingnya peranan guru itu dengan cara yang lebih konkrit, sementara yang lain masih menyangsikan besarnya tanggung jawab seorang guru, termasuk masyarakat yang sering menggaji guru lebih rendah daripada yang sepantasnya.
Demikian pula, sebagian orang tua kadang-kadang merasa cemas ketika menyaksikan anak-anak mereka berangkat ke sekolah, karena masih ragu akan kemampuan guru mereka. Di pihak lain setelah beberapa bulan pertama mengajar, guru-guru pada umumnya sudah menyadari betapa besar pengaruh terpendam yang mereka miliki terhadap pembinaan kepribadian peserta didik. Kesadaran umum akan besarnya tanggung jawab seorang guru serta berbagai pandangan masyarakat terhadap peranannya telah mendorong para tokoh dan ahli pendidikan untuk merumuskan ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan kualifikasi yang seharusnya dipenuhi oleh guru, sebagai pengajar guru mempunya tugas menyelenggarakan proses belajar-mengajar tugas yang mengisi porsi terbesar dari profesi keguruan ini pada garis besarnya meliputi minimal empat pokok, yaitu :
1.      menguasai bahan pengajaran
2.      merencanakan program belajar-mengajar
3.      melaksanakan, memimpin dan mengelola proses belajar-mengajar serta,
4.      menilai dan mengevaluasi kegiatan belajar-mengajar
Kemudian aspek-aspek apa saja yang dapat mendorong seorang guru dapat mengembangkan proses belajar mengajar? Apa indikatornya? Serta kompensasi macam apa yang dijalankan guna tercapainya proses belajar mengajar dalam upaya mengembangkan profesionalismenya?
LANDASAN
Profesi Keguruan, Kata Profesi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lainprofesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain.
Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Guru memerlukan kompetensi khusus yang berkenaan dengan tugasnya. Hal itu karena pendidikan tidak terjadi secara alami, tetapi dengan disengaja (disadari). Hubungan yang sederhana dan akal sehat saja belum cukup untuk melaksanakan pengajaran yang baik. Kompetensi guru tentu saja sinkron dengan bidang tugasnya, yaitu pengajaran, bimbingan dan administrasi. Ada anggapan bahwa untuk menjadi guru tidak perlu mempelajari metode mengajar, karena kegiatan mengajar bersifat praktis dan alami, siapapun dapat mengajar asalkan memiliki pengetahuan tentang apa yang akan diajarkan. Dari pengalamannya, orang kelak akan dapat meningkatkan kualitas pengajarannya. Memang ada orang yang kebetulan dapat mengajar dengan baik tanpa mempelajari metode mengajar, tetapi ada pula yang juga kebetulan tidak dapat mengajar dengan baik karena tidak memperlajarinya. Pada dasarnya, guru-guru “kebetulan” itu bersandar kepada pengalaman pribadinya di dalam mengajar. Pada dasrnya pula, metodologi pengajaran merupakan hasil pengkajian dan pengujian terhadap pengalaman yang tidak lagi kebetulan, tetapi pengalaman yang mempunyai kebenaran berdasarkan metode ilmiah. Dengan demikian, metodologi pengajaran jauh lebih memberikan kemudahan kepada guru dalam menjalankan tugas mengajar. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan orientsai pendidikan di zaman sekarang mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menuntut guru untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan orientasi pendidikan yang baru serta metode-metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan baru tersebut. Keberadaan metodologi pengajaran menunjukkan pentingnya kedudukan metode dalam system pengajaran. Tujuan dan isi pengajaran yang baik tanpa didukung metode penyampaian yang baik dapat melahirkan hasil yang tidak baik. Atas dasar itu, pendidikan penaruh perhatian yang besar terhadap masalah metode.
PROSES PERKEMBANGAN DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
Para ahli mengumakakan definisi belajar yang berbeda-beda, namun tampaknya ada semacam kesepakatan di antara mereka yang menyatakan bahwa perbuatan belajar mengandung perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar. Perubahan itu bersifat intensional berarti perubahan itu terjadi karena pengalaman atau praktik yang dilakukan pelajar dengan sengaja dn disadari bukan kebetulan. Sifat positif berarti perubahan itu bermanfaat sesuai dengan harapan pelajar. Sifat aktif berarti perubahan itu terjadi karena usaha yang dilakukan pelajar, bukan terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan. Sifat efektif berarti perubahan itu memberikan pengaruh dan manfaat bagi pelajar. Adapun sifat fungsional berarti perubahan itu relative ttap serta dapat diproduksi atau dimanfaatkan setiap kali dibutuhkan.
Perubahan dalam belajar bisa berbentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi (penghargaan) perubahan tersebut bisa meliputi keadaan dirinya, pengetahuannya, atau perbuatannya. Artinya; Orang yang sudah melakukan perbuatan belajar bisa merasa lebih bahagia, lebih pandai menjaga kesehatan, memanfaatkan alam sekitar, meningkatkan pengabdian untuk kepentingan umum, dapat berbicara lebih baik dapat memainkan suatu alat musik atau melakukan suatu perbedaan, perubahan tersebut juga bisa bersifat pengadaan penambahan ataupun perluasan, pendek kata, di dalam diri seorang pelajar terdapat perbedaan keadaan antara sebelum dan sesudah melakukan kegiatan belajar.
Pengertian di atas memberi petunjuk bahwa keberhasilan belajar dapat diukur berdasarkan perbedaan cara berpikir merasa dan berbuat sebelum dan sesudah memperoleh pengalaman belajar dalam menghadapi situasi yang serupa. Umpamanya sebelum belajar pelajar belum dapat berwudlu, kemudian terjadi proses belajar mengajar, guru memberitahukan kepada pelajar syarat, rukun, bacaan dan tata cara berwudlu lalu pelajar mempraktikannya dan berlatih sampai akhirnya pelajar mampu berwudlu. Contoh lain pelajar diminta guru untuk berenang dari satu tepi kolam ke tepi yang lain, pelajar yang belum mengenal sama sekali situasi kolam renang langsung terjun dan hampir tenggelam. Guru yang memang sudah mengantisipasi bahwa hal itu akan terjadi segera membantunya dan mengajarinya cara berenang. Setelah belajar ia akhirnya dapat berenang, dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan pada cara pendekatan pelajar yang bersangkutan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya merupakan bukti bahwa kegiatan belajar telah berhasil.
Bagaimana manusia belajar atau bagaimana belajar terjadi? Apa tanda-tanda bahwa ia telah belajar atau apa saja manifestasi belajar itu? Persoalan pertama berkaitan dengan perbuatan belajar, sedangkan persoalan kedua mengenai hasil belajar. Dengan mengetahui dua persoalan tersebut guru diharapkan dapat menentukan strategi dan langkah-langkah taktis pengajaran karena pengajaran adalah membuat pelajar belajar. Istilah “pelajar” dipilih ketimbang “pelajar” untuk menekankan pengertian tersebut.
Ada kecenderungan di masa sekarang untuk melupakan bahwa hakikt pendidikan adalah belajarnya pelajar, bukan mengajarnya guru, guru mendapat posisi yang istimewa dalam proses pendidikan sementara keinginana dan kemampuan pelajar secara mandiri untuk menciptakan, menemukan dan belajar untuk dirinya sendiri diabaikan. Hal itu telah merendahkan peranan pelajar dalam proses pendidikan, padahal belajar, sebagaimana ditekankan oleh John Dewey, menyangkut apa yang harus dikerjakan oleh pelajar untuk dirinya sendiri.
Oleh sebab itu, inisiatif belajar harus dating dari pelajar sendiri, guru hendaknya memposisikan diri sebagai pembimbing dan pengarah yang mengemudikan perahu, sedangkan tenaga untuk menggerakkan perahu tersebut berasal dari pelajar. Guru harus mendorong pelajar untuk belajar mandiri dengan dan bagi diri mereka sendiri, dengan kata lain, guru harus menjamin bahwa pelajar mampu menerima tanggung jawab untuk belajar dengan mengembangkan sikap dan antusiasnya. Dipandang dari pengertian di atas, barangkali tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya tidak ada “tujuan pengajaran” yang ada hanyalah tujuan belajar dilihat dari posisi guru sebagai pendorong kegiatan belajar maka tujuan trsebut “tujuan pembelajaran”.
Untuk mencapai interaksi belajar mengajar dibutuhkan komunikasi anatra guru dan peserta didik yang memadukan dua kegiatan. Yaitu kegiatan mengajar (usaha guru) dan kegiatan belajar (tugas peserta didik). Guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar, karena seringkali kegagalan pengajaran disebabkan oleh lemahnya system komunikasi. Tujuan yang telah dirumuskan dengan jelas sangat membantu guru dalam membuat perencanaan, demikian halnya dengan prinsip-prinsip psikologi. Dalam perencanaan program pengajaran, banyaknya pengalaman guru dalam memilih prosedur pengajaran akan sangat membantunya dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkan.
Sistem pengajaran di sekolah sekarang ini mengelompokkan tujuan pendidikan yang hendak dicapai ke dalam tiga bidang, yaitu :
1.      segi kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan (aplikasi), analisis, sintesis dan evaluasi.
2.      Segi efektif yang meliputi memperhatikan, merespon, menghayati dan menginternalisasi nilai.
3.      Segi psikomotorik yang meliputi persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa dan gerakan (respons) kompleks.
PENUTUP / KESIMPULAN
Aspek-aspek yang berhubungan dengan kediatan belajar mengajar jika diidentifikasi melalui cirri-ciri kegiatan yang disebut belajar adalah suatu aktivitas yang menghasilakn perubahan pada diri individu yang belajar baik actual maupun potensial, perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan yang jelas perubahan itu terjadi karena proses dan usaha.
Kondisi fisiologis juga sangat berpengaruh terhdap belajar seseorang, orang yang sehat jasmaninya akan lain belajarnya dari orang yang kurang sehat. Dan yang tidak kalah penting adalah kondisi panca indera terutama penglihatan dan pendengaran.
Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar, beberapa factor psikologis yang utama meliputi, minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan-kemampuan kognitif. 


By Puji Priyanto
   Apa, Mengapa dan Bagaimana Pekerjaan Profesi
Definisi Profesi menurut Walter Johnson : Seseorang yang menampilkan suatu tugas khusus yang mempunyai tingkat kesulitan lebih dari biasa dan mempersyaratkan waktu persiapan dan pendidikan cukup lama untuk menghasilkan pencapaian kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan berkadar tinggi.
 Penjahit tidak termasuk pekerjaan profesi karena tidak memerlukan pendidikan tinggi dan disiplin ilmu yang kuat.
 Dalam menjalankan pekerjaannya seorang professional terikat kode etik profesi. Kode etik berfungsi untuk mengikat anggota profesi.
Menurut Robet W Richey profesi dipandang sebagai suatu karir hidup (e live career) dan menjadi seorang anggota yang permanen. Berdasarkan pendapat tersebut maka :
o Seorang professional hanya mengerjakan profesinya terus-menerus.
o Profesi menjamin hidup layak bagi penyandangnya.
o Klien akan memberikan imbalan atas layanan yang diberikan seorang professional.Profesionalitas Sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.

2. Pengertian dan Ciri-ciri Profesi Keguruan
 Menurut Amitai Etzioni, guru adalah jabatan semiprofessional, karena:
v
o pendidikan prajabatan guru relative pendek,
o kurangnya pengetahuan yang spesifik,
o otonomi yang kuran,
o control dari luar kurang kuat.
Menurut Winarno Surachmad : Guru dianggap sebagai suatu profesi bilamana ia memiliki persyaratan dasar ketrampilan teknik serta didukung oleh sikap kepribadian yang mantap.
 Yang termasuk guru dalam profesi keguruan yaitu :
o Dosen
o Widyaiswara
o Instruktur
 Hal-hal yang mendasari pendapat bahwa guru adalah sebuah profesi ialah adanya kode etik dan organisasi profesi (PGRI).
 Asumsi-asumsi yang melandasi perlunya profesionalisme guru adalah:
o Subyek pendidikan : manusia yang memiliki sifat unik,
o Inti pendidikan dalam prosesnya adalah PBM
o Teori-teori pendidikan merupakan jawaban terhadap kerangka hipotesis dalam menjawab
  permasalahan pendidikan.
 Status profesi keghuruan diperoleh dengan cara diperjuangkan oleh profesi itu sendiri.
 Sertifikasi adalah pengakuan secara resmi kompetensi seseorang untuk memangku suatu jabatan.
 Usaha-usaha profesionalisasi guru dapat dilakukan dengan cara :
o Kursus-kursus
o Penataran
o Seminar
o Lokakarya
 Yang termasuk anggota PGRI ialah :
o Guru TK
o Guru SD
o Gururu SLTP
o Guru SLTA
 Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan pada Kongres PGRI XIII

3. Latar Belakang dan Ruang Lingkup Profesi Keguruan
 Untuk memperoleh Guru HIS pada masa penjajahan Belanda maka diselenggarakan pendidikan guru yaitu Hogere Kweekschool
 PGRI memiliki misi utama yaitu :
o Kesejahteraan
o Profesi
o Politisi/ideologis
 PGRI didirikan pada tanggal 25 November 1945.
Sebelum adanya guru yang dididik khusus sebagai tenaga guru (dalam LPTK) pada awalnya (masa penjajahan Belanda) profesi guru Bumiputra diperoleh dari orang-orang yang sudah memperoleh pendidikan.
Sampai saat ini PGRI belum dapat berbuat banyak untuk kepentingan guru, karena masih bergantung pada pemerintah dalam menjalankan program-programnya.
 Menurut Mortenson ada 3 layanan profesi guru yaitu :
o Administrasi
o Instruksional
o Bantuan
 Kemampuan atau professional guru tercermin pada penampilan sikap yang positif terhadap    keseluruhan tugasnya sebagai guru dan situasi pendidikan.
 Keandalan kerja guru dapat dilihat dari berbagai segi yaitu:
o Penghasilan yang tinggi karena kerjanya
o Kualitas kerja yang dibuat
 Hal-hal yang termasuk ke dalam gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar professional adalah pengetahuan tentang proses sosialisasi dan kulturalisasi.
 Hal-hal yang ternasuk gugus kemampuan professional yaitu penguasaan tentang teknik mengamati PBM.


Sumber: http//www.google.co.id/profesi keguruan




By Samin
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ciri-ciri profesi, yaitu adanya:
  1. standar unjuk kerja;
  2. lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab;
  3. organisasi profesi;
  4. etika dan kode etik profesi;
  5. sistem imbalan;
  6. pengakuan masyarakat.
Profesi Keguruan
Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).
Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial.




Ciri-ciri Profesi Keguruan
Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut.
  1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.
  2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
  3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).
  4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
  5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
  6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.
  7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Latar Belakang Profesi Keguruan
Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).

Ruang Lingkup Profesi Keguruan
Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya, yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan; (2) layanan instruksional; dan (3) layanan bantuan, yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal.
Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.
Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut.
  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
  2. Percaya kepada diri sendiri.
  3. Tenggang rasa dan toleran.
  4. Bersikap terbuka dan demokratis.
  5. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya.
  6. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya.
  7. Memahami tujuan pendidikan.
  8. Mampu menjalin hubungan insani.
  9. Memahami kelebihan dan kekurangan diri.
  10. Kreatif dan inovatif dalam berkarya.

Kompetensi Sosial Guru
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal.
Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru, antara lain berikut ini.
  1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik.
  2. Bersikap simpatik.
  3. Dapat bekerja sama dengan BP3.
  4. Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan.
  5. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan).

Komponen-komponen Kompetensi Profesional
Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, bidang studi yang dibinanya, sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.
Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.
  1. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.
  2. Pengelolaan program belajar-mengajar.
  3. Pengelolaan kelas.
  4. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.
  5. Penguasaan landasan-landasan kependidikan.
  6. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.
  7. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.
  8. Menguasai metode berpikir.
  9. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.
  10. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.
  11. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.
  12. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.
  13. Mampu memahami karakteristik peserta didik.
  14. Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.
  15. Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.
  16. Berani mengambil keputusan.
  17. Memahami kurikulum dan perkembangannya.
  18. Mampu bekerja berencana dan terprogram.
  19. Mampu menggunakan waktu secara tepat.

Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar
Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-bulu pelajaran. Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru, semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.
Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar.
Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi, senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya.

Keputusan Situasional dan Transaksional
Keputusan situasional menyangkut keputusan tentang apa dan bagaimana pengajaran akan diwujudkan berdasarkan analisis situasi (tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disampaikan, waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan siswa).
Keputusan situasional diambil guru ketika menyusun persiapan tertulis dalam bentuk satuan pelajaran (satpel).
Keputusan transaksional merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh guru yang berkaitan dengan pelaksanaan dari keputusan situasional berdasarkan balikan yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun dari interaksi antar siswa dalam PBM yang sedang berlangsung.
Keputusan transaksional diambil karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dalam melaksanakan PBM.
Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses itu. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi kepada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakup komponen-komponen: (a) Analisis kurikulum, (b) tujuan instruksional, (c) rencana kegiatan, (d) rencana evaluasi.

Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas
  1. Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.
  2. Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.
  3. Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait; manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.
  4. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi.
  5. Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik

Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar

Peran Guru dalam Memahami Perkembangan Siswa sebagai Dasar Pembelajaran
Selagi pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa maka perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan isi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua.
Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling
  1. Bimbingan dapat diartikan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal”.
  2. Konseling diartikan sebagai “proses membantu individu (klien) secara perorangan dalam situasi hubungan tatap muka, dalam rangka mengembangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapinya”.
  3. Konseling merupakan salah satu jenis layanan bimbingan, yang dipandang inti dari keseluruhan layanan bimbingan.
  4. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu atau peserta didik agar dapat mengembangkan kepribadiannya secara optimal, baik menyangkut aspek fisik, intelektual, emosional, sosial maupun moral-spiritual.

Fungsi, Asas, dan Prinsip Bimbingan
  1. Sebagai proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), bimbingan berfungsi sebagai upaya (a) pemahaman,(b) pencegahan, (c) pengembangan, dan (d) perbaikan.
  2. Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip (a) individu atau peserta didik sedang berada dalam proses berkembang, (b) sasaran bimbingan adalah semua peserta didik, (c) mempedulikan semua aspek perkembangan, (d) kemampuan peserta didik merupakan dasar bagi penentuan pilihan, (e) bimbingan merupakan bagian terpadu pendidikan, dan (f) bantuan yang diberikan sebagai upaya mengembangkan kemampuan peserta didik merealisasikan dirinya.
  3. Penyelenggaraan bimbingan yang profesional harus mempedulikan asas-asas, seperti kerahasiaan, keterbukaan, keahlian, kedinamisan, dan tut wuri handayani.
Bidang dan Jenis-jenis Layanan Bimbingan
  1. Penyelenggaraan bimbingan itu, meliputi bidang-bidang pribadi, sosial, akademik, dan karier.
  2. Jenis-jenis layanan bimbingan, meliputi orientasi, informasi, pembelajaran, bimbingan kelompok, penempatan dan penyaluran, konseling perorangan, dan konseling kelompok
Hubungan Bimbingan dengan Pendidikan
Pendidikan akan terselenggara dengan baik, apabila ditunjang oleh komponen-komponennya yang meliputi bidang kepemimpinan atau administrasi, pengajaran, dan layanan pribadi siswa atau bimbingan. Melalui bimbingan, proses pendidikan dapat memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek atau karakteristik pribadi siswa secara optimal.

Peran Kepembimbingan Guru dalam Pembelajaran di Sekolah
Sesuai dengan sifat dan karakteristik perkembangan anak sekolah, bimbingan dan konseling di sekolah lebih efektif menjadi bagian terpadu dari tugas guru BP. Bimbingan di sekolah dilaksanakan secara terpadu dalam proses pembelajaran, kecuali hal-hal yang memerlukan penanganan khusus.
Dalam proses pembelajaran di sekolah guru perlu menampilkan peran kepemimpinan dengan jalan menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang bermuatan/bernuansa bimbingan. Dalam proses pembelajaran itu guru berperan tidak hanya sebatas menyampaikan bahan ajar, tetapi sekaligus mengembangkan perilaku-perilaku efektif baik yang berkenaan dengan perilaku belajar, pribadi, sosial maupun karir.
Membantu Siswa Bermasalah
Masalah yang dihadapi siswa dapat dibedakan ke dalam masalah belajar dan masalah bukan belajar. Akan tetapi biasanya masalah tersebut bermuara menjadi kesulitan belajar. Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi dengan melakukan tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, pengamatan kebiasaan belajar.
Faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan belajar bisa digolongkan ke dalam faktor eksternal dan internal. Ada beberapa teknik membantu siswa yang kesulitan belajar, yaitu (1) pengajaran perbaikan, (2) pengayaan, (3) peningkatan motivasi belajar, (4) peningkatan keterampilan belajar, (5) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.

Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah
Ada 4 komponen inti dalam program bimbingan, yaitu (1) Layanan dasar umum, (2) Layanan responsif, (3) Layanan perencanaan individual, dan (4) Pendukung sistem. Layanan dasar umum adalah layanan yang diarahkan untuk membantu seluruh murid mengembangkan perilaku-perilaku yang harus dikuasai untuk jangka panjang. Layanan responsif adalah layanan membantu murid mengatasi masalah atau mengembangkan perilaku yang menjadi kebutuhan pada saat ini dan harus segera dilayani. Layanan perencanaan individual diarahkan untuk membantu murid merencanakan pendidikan, karir dan pengembangan pribadi.

Sumber: http//www.google.co.id/profesi keguruan


Foklor Jawa Timur


Analisis cerita Sawunggaling

Sawunggaling cerita rakyat  yang  merupakan lanjutan dari kisah Jaka berek, biasanya digunakan untuk pertunjukan teater  tradisional / ludruk, cerita ini sangat populer  dan digemari oleh masyarakat  penggemar sandiwara ludruk termasuk di daerah saya (Masyarakat lumajang ).
Cerita ini di Tumenggungan Surabaya  tempo dulu, hampir di setiap pementasan ludruk mengambil cerita ini karena ceritanya yang sangat menarik apa lagi diselingi dengan adegan-adegan lucu dari para pemain,.
Sebenarnya jawa timur mempunyai banyak sekali cerita rakyat dan tidak kalah dengan propinsi lain salah satunya kisah sawunggaling ini.
Pesan moral yang dapat diambil dari cerita rakyat ini adalah keyakinan yang kuat bahwa yang benar akan menang,  ketulusan  dan ketekunan  dapat mengalahkan tantangan seberat apapun, itu telah  dibuktikan oleh sosok jaka berek sebelum mendapatkan gelar sawunggaling.

Analisis Lagu pitutur
Tak uwisi gunem iki
( Saya akhiri pembicaraan ini )
Niyatku mung aweh wikan
( Saya hanya ingin memberi  tahu )
Kebatinan akeh lire
(Kabatinan banyak macamnya )
Lan gawat kaliwat liwat
( Dan sangat membahayakan )
Mulo dipun prayitno
(Maka itu berhati – hatilah )
Ojo keliru pamilihmu
( Jangan sampai kamu salah pilih )
Lamun mardi kabatinan…
( kalau ingin belajar kebatinan )
Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua ( pinisepuh ) kepada mereka yang ingin mempelajari kebatinan atau kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa  tujuan hakiki dari kejawen adalah mendapatkani ilmu sejati untuk mecapai hidup sejati dan berada dalam keadaan yang harmonis hubungan antara kawula dan Gusti ( Jumbuhing kawula Gusti ) pendekatan kepada Yang Maha Esa total.
Dalam tembang ini terdapat pesan moral yang sangat dalam bahwa hidup ini adalah sebuah pilihan yang harus dijalani dan jangan sampai salah pilih karena suatu saat bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Tembang ini kerap sekali dilantunkan oleh para orang tua di desa kepada anak – anaknya sebagai pitutur / atau nasihat yang baik untuk anak – anaknya


Analisis Mantra Jawa

Aji Rajut Sayuta

Srigalih srigana balungkerti panjerwenda
Kun kusnun kamiraga limahela angkerut
Lobang Sohanara manghikat tanang gaib
Gabu gure senawa reyasa tumedhuh mariling
Bumi liyap – liyup tami timanintrim
Hong suweru, hong suwela, hong sengkang mercu buana.

Mantra ini adalah mantra tolak balak
Cara menggunakan mantra tersebut
Menggunakan Yuyu ( kepiting ) diikat dengan ujung janur, kemudian janur tersebut ditancapkan di pinggiran peceren ( air comboran ). Membaca mantranya 11 kali, waktunya sesudah magrib.
Gunanya adalah untuk menangkap bangsa halus / mahkluk halus seperti : Tuyul, Genduruwo, Buto abang.

Kritik Sastra Indonesia Modern


By Marianus Hamze
Kritik sastra merupakan salah satu studi sastra.Kritik sastra adalah cabang ilmu sastra yang memfokuskan perhatiannya pada pengkajian sastra secara langsung untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengklasifikasi serta memberikan penilaian tentang berhasil tidaknya suatu cipta sastra. Kritik sastra merupakan studi sastra yang langsung berhadapan dengan karya sastra. H.B Jassin (dalam Rachmat Djoko Pradopo, 1995: 92) mengatakan kritik sastra adalah pertimbangan baik buruk karya sastra, penerangan baik buruk karya sastra. Pertimbangan baik buruk ini tidak berarti baik buruk yang berhubungan dengan moral, namun berhubungan  dengan indah atau jelek. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 761) menyebutkan bahwa kritik adalah kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dsb. Sedangkan kritikus adalah 1.orang yg ahli dl memberikan pertimbangan (pembahasan) tentang baik buruknya sesuatu. 2. orang yg memberikan pertimbangan (pembahasan)  tentang baik buruknya sesuatu; pengkritik.
Kritik tidak hanya mencari kesalahan tetapi juga menyebutkan hal-hal yang baik maupun yang buruk, mempertimbangkan baiknya juga buruknya, dan kemudian memberi penilaian yang mantap. Ada juga pendapat lain mengenai kritik sastra seperti yang dikemukakan oleh Guntur Tarigan, kritik sastra adalah pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat serta pertimbangan yang adil terhadap baik buruknya kualitas, nilai, kebenaran suatu karya sastra. Secara singkat kritik sastra adalah pengamatan, serta pertimbangan baik buruknya nilai sastra (Tarigan dalam Darmanto 2007: 18).
 Kritik sastra mempunyai kedudukan yang penting dalam kajian sastra. Kritik sastra sering dikaitkan dengan apresiasi sastra karena kritik dan apresiasi langsung berkaitan dengan karya sastra. Kritik sastra sebenarnya tidak jauh berbeda dengan telaah sastra, karena keduanya secara hakiki mempunyai kesamaan kerja. Kritik sastra adalah semacam pertimbangan untuk menunjukkan kekuatan atau kebagusan dan juga kekurangan yang terdapat salam karya sastra (Zainuddin, 2002: 20). Walaupun kritik berkaitan dengan penilaian, bukan berarti bahwa setiap orang mampu menilai karya sastra.
Penilaian terhadap sebuah karya sastra haruslah bersifat objektif sesuai dengan kriteria penilaian yang ada. Mario Pei der Frank (dalam Zainuddin, 2002: 20) mengatakan penilaian dan penghakiman sesuai dengan standar yang telah diakui berdasarkan pengkajian studi dan analisis. Adanya kriteria yang dijadijan patokan dalam penilaian sastra, dimaksudkan agar hasil dari kritik sastra itu benar-benar menrupakan penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan, dan bukan hanya pendapat pribadi. Bagaimanapun tujuan kritik sastra adalah menunjukkan dimana kebaikan dan kekurangan suatu karya sastra berdasarkan kriteria yang berlaku. Hasil kritik itu nantinya untuk menjadikan karya sastra itu lebih baik dan juga sebagai koreksi terhadap penulis, sehingga penulis tidak merasa divonis namun merasa ditantang untuk meningkatkan kualitas tulisan berikutnya (Zainuddin, 2002: 21).
Melakukan kritik sastra bukan suatu pekerjaan yang gampang. Untuk dapat melakukan kritik sastra yang baik tentu saja kritikus memerlukan pengetahuan yang banyak tentang teori sastra, memiliki pengalaman dalam menganalisis, kemampuan apresiasi yang baik. Sebuah kegiatan kritik sastra akan berhasil apabila seseorang kritikus sastra mengerti, memahami, dan menguasai ilmu sastra yang mencakup teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra sebagai dasar melakukan kritik sastra.
Untuk mengenal permasalahan kritik sastra lebih lanjut perlu dikemukakan guna kritik sastra. Adapun kegunaan kritik sastra adalah, pertama untuk perkembangan sastra itu sendiri, kedua untuk perkembangan kesustraan dan ketiga untuk penerangan masyarakat pada umunya yang menginginkan penerangan tentang karya sastra. Rachmat Djoko Pradopo (1995: 93) mengemukakan kegunaan karya sastra adalah untuk membantu perkembangaan kesusastraan suatu bangsa dengan menjelaskan karya sastra mengenai baik buruknya karya sastra dan menunjukkan daerah-daerah jangkauan persoalan karya sastra. Adapun manfaat bagi sastrawan dari kritik sastra adalah mereka dapat mengembangkan penulisan karya sastra mereka yang mengakibatkan perkembangan kesusastraan. Aspek-aspek pokok kritik sastra adalah analisis, interpretasi (penafsiran) dan evaluasi atau penilaian. Karya sastra merupakan sebuah struktur yang kompleks, maka untuk memahaminya perlu adanya analis, yaitu penguraian terhadap bagian-bagian atau unsur-unsurnya (Hill dalam Pradop, 1995: 93). Oleh karena karya sastra adalah struktur yang kompleks, maka karya sastra itu perlu ditafsirkan untuk memperjelas artinya. Abrams (dalam Pradopo, 1995: 93) mengemukakan, penafsiran adalah penafsiran karya sastra, dalam arti luasnya adalah penafsiran kepada semua aspek karya sastra.
Kritik sastra Indonesia modern lahir sejak tahun 1920 bersamaan lahirnya kesustraan Indonesia modern. Sampai sekarang, berdasarkan bukti yang didapatkan, kritik sastra Indonesia modern yang pertama ditulis oleh Mohammad Yamin berjudul “Sejarah Melayu” dan “Syair Bidasari”. Sejak lahirnya itu, kritik sastra Indonesia mengalami banyak masalah. Masalahnya meliputi, kurangnya tempat, kurangnya kritikus sastra (yang profesional). Tidak cocoknya pandangan kritikus dengan sastrawan, tidak cocoknya teori kritik sebagai landasan kritik dengan corak dan wujud kesusastraan Indonesia modern yang bersifat nasional (dan regional), pertentangan antara kritik sastra sastrawan dan kritik sastra akademik.
  1. RUMUSAN MASALAH
*      Apakah yang dimaksud dengan kritik sastra Indonesia modern?
*      Siapakah yang berperan dalam kritik sastra Indonesia modern?
  1. TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai makalah ini adalah sebagai berikut:
*      Menawarkan kepada pembaca tentang pentingnya kritik sastra.
*      Untuk mengetahui kritik sastra Indonesia modern dan permasalahannya.
*      Untuk mengetahui siapakah yang berperan dalam kritik sastra Indonesia modern.



Kata “kritik” berasal dari bahasa Yunani krites yang artinya seorang hakim, kritikos (dalam bahasa Indonesia kritikus) berarti “hakim kesusastraan” (Wellek dalam Pradopo, 2002:31). Berdasarkan istilah di atas, Wellek mengatakan bahwa kritik sastra itu berarti penghakiman karya sastra. Hal serupa juga dikemukakan H.B Jassin (1959:44,45) bahwa kritik sastra itu pertimbangan baik atau buruk karya sastra, penerangan, dan penghakiman karya sastra. Hudson juga mengemukakan bahwa istilah kritik sastra dalam artinya yang tajam adalah penghakiman yang dilakukan oleh seorang yang ahli atau memiliki sesuatu kepandaian khusus untuk membedah karya sastra, memriksa karya sastra mengenai kebaikan-kebaikan dan cacat-cacatnya, dan menyatakan pendapatnya mengenai hal itu (Pradopo, 2002: 32).
Jadi, berdasarkan pendapat-pendapat di atas, kritik sastra itu merupakan bidang studi sastra untuk “menghakimi” karya sastra, untuk memberi penilaian dan keputusan mengenai bermutu atau tidaknya suatu karya sastra. Dalam kritik sastra, suatu karya sastra diuraikan (dianalisis) unsur-unsurnya atau norma-normanya, diselidiki, diperiksa satu per satu, kemudian ditentukan berdasarkan hukum-hukum penilaian karya sastra, bernilai ataukah kurang bernilaikah karya sastra itu.
  1. GUNA KRITIK SASTRA
Pada intinya kritik sastra mempunyai tiga kegunaan atau kepentingan, yaitu kegunaan bagi ilmu sastra itu sendiri, bagi penerangan masyarakat, dan bagi perkembangan kesusastraan. Guna kritik sastra bagi ilmu sastra adalah guna untuk penyusunan teori sastra dan sejarah sastra. Karya sastra berguna bagi penerangan masyarakat yang ingin mengerti kesusastraan pada umumnya dan karya-karya sastra pada khususnya. Kritikus merupakan perantara antara pencipta dan orang banyak (Jassin dalam Pradopo, 2002: 36). Dengan demikian, hal itu membuat karya sastra terang bagi orang banyak (pembaca) sehingga karya sastra itu dihargai. Kritikus memberikan kepada pembaca suatu pandangan yang sama sekali segar dan mempermudah pembacaan dengan cara menerjemahkan ke dalam bentuk-bentuk sederhana.
Kritik sastra juga penting dalam pendidikan sastra, yaitu untuk meningkatkan apresiasi para pelajar dan mahasiswa  yang merupakan bagian dari masyarakatnya. Kritik sastra berguna bagi perkembangan kesusasatraan suatu bangsa. Dalam hal ini krhtik sastra dapat meningkatkan kecakapan, ketajaman pandangan, dan keluasan garapan sastrawan. Dengan demikian, hal ini akan menyebabkan karya-karya yang ditulis kemudian akan bertambah mutu seni atau sastranya.
  1. TEORI KRITIK SASTRA
Kritik sastra berfungsi untuk memberikan uraian dan penerangan tentang karya sastra yang konkret, baik mengenai makna karya sastra, strukturnya, maupun nilainya. Dengan demikian, kritikus sebagai penerap prinsip kritik sastra itu perlu memberikan tafsiran-tafsirannya, analisis dan seni lainnya. Tanpa itu semua, karya sastra tidak mungkin dipahami. Jadi, penafsiran, penguraian (analisis), dan penilaian perlu diuraikan. Ketiganya merupakan aspek kritik sastra yang utama yang saling erat berjalinan dalam aktivitas penerapan kritik pada karya sastra.
Penafsiran dalam arti luasnya membuat jelas arti keseluruhan karya sastra yang bermedium bahasa itu yang diantaranya memperjelas jenis sastra, unsur sastra, struktur, tema dan efek-efek. Dengan adanya penjelasan secara keseluruhan itu, karya sastra dapat dipahami. Karena sastra memiliki struktur yang kompleks, maka karya sastra perlu dianalisis. Jadi, analisis adalah sarana untuk menginterpretasi.
*      Penafsiran
Penafsiran karya sastra berarti penjelasan makna karya sastra. Menginterpretasi karya sastra berarti menangkap makna karya sastra. Karya sastra perlu ditafsirkan sebab karya sastra adalah sebuah struktur yang kompleks yang bermedium bahasa yang pada umumnya maknanya ambigu atau bermakna ganda. Menafsirkan karya sastra tidak terbatas hanya pada bahasanya yang ambigu, tetapi juga pada komplekitas karya sastra, seperti kompleksitas struktru penceritannya, penokohannya, bahkan juga pusat pengisahannya. Tafsiran terhadap karya sastra harus disertai alasa-alasan yang logis atau dapat diterima akal.
*      Analisis
Dengan analisis, makna karya sastra dapat ditafsirkan dengan jelas. Dalam menganalisis kritikus juga memberikan interpretasi, atau sebaliknya, dalam menginterpretasi karya sastra kritikus menganalisis dan sekaligus memberi penilaian atas hasil interpretasi dan analisisnya. Jadi, interpretasi, penilaian dan analisis tidak dapat dipisahkan.
*      Penilaian
Karya sastra adalah karya imajinatif bermedium bahasa yang fungsi estetikanya dominan (Wellek dan Waren dalam Pradopo, 2002: 81). Dengan demikian, dalam mengeritik karya sastra harus ditunjukkan nilai seninya. Kalau tidak demikian, kritik sastra belum sempurna memenuhi fungsinya.
  1. KRITIK SASTRA INDONESIA MODERN DAN PERMASALAHANNYA
Kesusastraan Indonesia modern secara resmi lahir pada tahun 1920 dengan terbitnya roman Azab dan Sebgsara (1921). Sejak lahirnya, kritik sastra Indonesia modern selalu diiringi masalah. Masalahnya meliputi, kurangnya tempat, kurangnya kritikus sastra (yang profesional). Tidak cocoknya pandangan kritikus dengan sastrawan, tidak cocoknya teori kritik sebagai landasan kritik dengan corak dan wujud kesusastraan Indonesia modern yang bersifat nasional (dan regional), pertentangan antara kritik sastra sastrawan dan kritik sastra akademik. Sampai sekarang, berdasarkan bukti yang didapatkan, kritik sastra Indonesia modern yang pertama ditulis oleh Mohammad Yamin berjudul “Sejarah Melayu” dan “Syair Bidasari”. Sedangakan teori kritik sastra Indonesia modern pertama kali didapatkan dalam majalah Panji Pustaka (1932:838-839). Diduga ditulis oleh Sutan Takdir Alisjahbana, sebab STAlah yang menjadi redaktur sastra dengan ruang “Memajukan Kesusastraan”.
Sebelum tulisan tentang kritik sastra tersebut, yang dapat dianggap sebagai kritik sastra adalah aturan Balai Pustaka yang terkenal sebagai “Nota Rinkes” yang bersifat aturan untuk buku-buku yang hendak diterbitkan oleh Balai Pustaka, aturan yang mengharuskan dipatuhinya ketertiban: tidak boleh berpolitik, menyinggung agama (netral terhadap agama) dan tidak menyinggung kesusilaan masyarakat (Teeuw dalam Pradopo,1995: 97). Dengan demikian corak kritik sastra Balai Pustaka ini bertipe pragmatik. Jadi, sudut pandang atau perspektif pragmatik itu tidak sesuai dengan sudut pandang pengarang yang ekspresif, yang lebih mengutamakan nilai seni daripada mendidik masyarakat pembaca.
Yang perlu diingat bahwa dalam perkembangannya, kritik sastra Indonesia modern dari waktu ke waktu mengalami perdebatan-perdebatan. Perdebatan ini terjadi sejak awal perkembangan kritik sastra, tepatnya zaman Pujangga Baru sampai sekarang (Pradopo, 2002: 99). Pada akhir tahun 1960-an terjadi perdebatan dan polemik kritik sastra antara golongan pengikut kritik sastra Ganzheit dengan pengikut kritik sastra akademik (yang kemudian menamakan dirinya kritikus Kritik Sastra Aliran Rawamangun). Tokoh kritik sastra Ganzheit adalah Arief Budiman dan Goenawan Mohamad, sedangkan kritikus aliran Rawamangun adalah M.S. Hutagalung, J.U. Nasution, M. Saleh Saad, dan Boen Sri Oemarjati.
Pada tahun 1968 Pusat Bahasa Jakarta mempertemukan kelompok kritikus Ganzheit dengan aliran Rawamangun dalam sebuah seminar. Kertas kerja mereka dan ulasan-ulasannya dibukukan oleh Pusat Bahasa dengan editor Lukman Ali berjudul Tentang Kritik Sastra: Sebuah Diskusi (1978).
Dengan mengalirnya teori sastra dan kritik sastra Barat sejak pertengahan tahun 1970-an, lebih-lebih ke dalam lingkungan kritik sastra akademik, timbullah reaksi baik berupa penolakan maupun keinginan membentuk teori sastra dan kritik sastra yang khas Indonesia, lebih-lebih sesudah pertengahan tahun 1980-an. Oleh karena itu Universtas Bung Hatta Padang, pada tahun 1988 mengadakan seminar sastra “Menjelang Teori dan Kritik Susastra Indonesia yang Relevan”, makalah-makalahnya diterbitkan dalam sebuah buku dengan editor Mursal Esten yang berjudul Menjelang Teori dan Kritik Susastra Indonesia yang Relevan.
  1. KRITIK SASTRA AKADEMIK DAN KRITIK SASTRA SASTRAWAN
Para penulis kritik sastra Indonesia modern sampai pertengahan tahun 1950-an sebagian besar adalah para sastrawan. Oleh karena itu, periode 1920-1955 itu merupakan periode kritik sastrawan. Corak kritiknya adalah impresionistik, bertipe ekspresif dan pragmatik, ditulis tidak menurut sistematika ilmiah, bersifat esaistis.
Kritik sastra Pujangga Baru dapat dikatakan menjadi pendasar kritik sastra Indonesia modern. Meskipun sebelumnya sudah ada kritik sastra Balai Pustaka, tetapi secara nyata kritik sastra Balai Pustaka tidak dikenal umum karena hanya terbatas pada pertimbangan buku di kalangan Balai Pustaka saja. Berbeda dengan Pujangga Baru yang disiarkan dalam majalah Pujangga Baru sejak Juli 1933. Kritik sastra Pujangga Baru disebut pendasar kritik sastra Indonesia Modern karena pada kenyatannya gagasan-gagasan, praktik-praktik kritik sastra, dan corak kritik sastra Pujangga Baru diteruskan oleh sastrawan dan kritikus sesudahnya. Hal ini tampak pengertian kritik sastra yang merupakan pertimbangan baik buruk karya sastra, sebagai penerangan, untuk perkembangan kesusastraan dalam “Kritik Kesusastraan” (1932:838-839) yang kemudian diteruskan oleh H.B.Jassin seperti tampak dalam esainya “Kritik Sastra” (1959:44-47).
Pada zaman Pujangga Baru ada dua tipe kritik sastra yang diteruskan sampai sekarang, yaitu tipe kritik sastra pragmatik Sutan Takdir Alisjahbana dan tipe kritik sastra Sanusi Pane yang bersifat espresif. Tipe kritik sastra pragmatik Sutan Takdir Alisjahbana dan tipe kritik sastra Sanusi Pane saling bertentangan. STA menghendaki karya sastra itu berguna bagi pembangunan bangsa, sedangkan Sanusi Pane menghendaki karya sastra itu mengutamakan nilai estetikanya, karya sastra “seni untuk seni”.
Kurang lebih pada pertengahan tahun 1950-an timbul jenis kritik sastra yang baru, yaitu kemudian terkenal dengan kritik akademik atau kritik ilmiah. Corak kritik akademik berbeda dengan kritik sastrawan sebelumnya. Kritik sastra akademik berupa penelitian ilmiah dengan metode ilmiah. Ciri-cirinya adalah pembicaraan sampai pada hal-hal yang kecil, analisisnya mendetail, disusun dalam susunan yang sistematik, ada pertanggungjawaban ilmiah dengan penyebutan data yang akurat, pernyataan disertai argumentasi, menggunakan metode ilmiah.
Munculnya kritik ilmiah ini menimbulkan reaksi para sastrawan. Misalnya saja Rustandi Kartakusuma dan Harijadi Hartowardjoyo yang menuduh kritik ilmiabh itu seagai kritik induktif interpretatif, tidak ada penilaian, sebagian besar hanya penafsiran saja. Meskipun ada reaksi dara bei sastrawan, kritik akademik terus berjalan, terutama dalam penulisan skripsi, penelitian sastra ilmiah, makalah dan disertasi. Semakin banyaknya kritik sastra yang diterbitkan dalam bnetuk buku, timbulnya reaksi baru dari sastrawan. Diantaranya yang tampil adalah Arif Budiman. Mereka memberi ciri kritik akademik sebagai kritik analitik. Dikatakan demikian disebabkan kritik akademik terlalu mencincang-cincang karya sastra, menganalisi karya sastra terlalu analitik, karya sastra dianggap mayat di atas meja bedah.
Untuk menandangi kritik sastra akademik itu mereka (Arif Budiman, dkk) mengemukakan kritik sastra dengan metode Ganzheit, yaitu melihat karya sastra sebagai keseluruhan (tidak dicincang-cincang). Atas reaksi para sastrawan terhadap kritik akademik yang diberi ciri sebagai kritik analitik itu, terjadilah perdebatan dan polemik. M.S. Hutagalung (tokoh kritik sastra akademik) yang memproklamirkan kritiknya sebagai “Kritik Sastra Aliran Rawamangun”. Dalam polemik itu, pihak Ganzheit diwakili oleh Arif Budiman. Polemik itu baru berhenti pada pertengahan tahun 1970-an.
M.S. Hutagalung mengemukakan pembelaannya terhadap kebaikan dan manfaat kritik ilmiah berjudul “Peranan Penelitian Ilmiah untuk Pengembangan Kesusastraan Indonesia” dalam bukunya Membina Kesusastraan Indonesia Modern (1987). Dikemukakannya manfaat penelitian sastra (kritik sastra) ilmiah, yaitu:
*      Penelitian ilmiah membuat orang lebih tepat memandang dan mendekati kesusastraan itu sendiri.
*      Kritik sastra yang bersifat ilmiah akan lebih dapat dipertanggungjawabkan, subyektivitasnya dapat dihindari, pengertian akan nilai-nilai akan lebih jelas.
*      Penelitian ilmiah akan membuat orang lebih bijaksana untuk meramalkan, mengharapkan serta membina kesusastraan masa akan datang.
Fananie, Zainuddin. 2002. Telaah Sastra. Muhammadiyah University Press: Surakarta.
Darmanto. 2007. Kritik Sastra (Diktat). PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG.
Pradopo, Rachmat Djoko. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2002. Kritik Sastra Indonesia Modern. Gama Media: Yogyakarta.




Wednesday, March 14, 2012

Cara Membuat Layout Presentasi Dengan Flash 8

 sumber : http://www.taktiku.com/2008/12/cara-membuat-layout-presentasi-dengan.html

Setelah pada postingan sebelumnya yaitu Beberapa Tips Membawakan Presentasi dan sekarang yang akan kita bahas adalah Tutorial Cara Membuat Layout Presentasi Dengan Flash 8. Kenapa tidak memakai powerpoint ? karena untuk layout presentasi dengan flash yang di tonjolkan yaitu pada tampilannya yang menarik, mungkin itu lah salah satu kelebihan layout yang dibuat dengan flash dibandingkan powerpoint. Namun untuk tutorial membuat presentasi kali ini saya akan membuat layout yang simpel dulu saja, baru setelah ini nanti kita akan membuat layout presentasi yang agak rumit lagi seperi menambahkan animasi dan memasukan video pada layout presentasi.
Ok, kita mulai saja tutorialnya, tapi sebelumnya silakan anda download dulu mentahannya (.fla) disini.
Sudah?. Ok kalau sudah sekarang anda buka file yang sudah anda download tadi, sehingga akan terlihat seperti pada gambar diatas. Nah, bagian yang akan kita edit adalah pada bagian yang di tandai dengan kotak warna merah. silakan lihat gambar.
Begitu juga dengan Layer pada frame, yang akan di edit adalah layer name “slides”. (lihat gambar)
Sudah cukup jelas bagian-bagian yang akan di edit?. Ok sekarang kita akan memunculkan jedela Library, caranya Klik Window > Library, kemudian setelah jendela Library muncul silakan cari movie dengan nama “Content Slides” setelah ketemu kemudian double klik, sehingga scene akan berpindah pada scene “Content Slides” dimana pada frame diatas akan terlihat Layer: Title, Paragraph, Layer 5. Nah, sekarang klik pada Layer Title dimana untuk layer Title ini adalah untuk judul setiap halaman layout presentasi. Silakan anda ganti, caranya double klik pada tulisan “Judul Presentasi disini (slide 1)”. (lihat gambar)
Sudah?. Ok sekarang kita akan edit paragraf. Caranya klik Layer “paragraph” kemudian double klik paragrap yang ada di layout tadi, caranya sama seperti pada saat mengedit judul presentasi/title. (lihat gambar).
Sudah?. Ok, tadi kita sudah meng-edit judul dan paragrap, nah itu adalah untuk halaman 1. Disini saya membuat 5 halaman untuk anda edit, cara peng-editan-nya sama seperti pada langkah sebelumnya diatas. Namun apabila anda ingin menambahkan beberapa halaman lagi, silakan tambahkan framenya (lihat gambar) dengan menekan F6 pada keyboard pada frame “Title” dan “Paragraph”. F5 pada frame “Layer 5″. Sampai disini pengeditan selesai.

Monday, March 12, 2012

Teman Kelas Gak Mau Ketinggalan Eksis hehe ...

Narcis di Masjid Universitas Kanjuruhan Malang


 Ini ni teman-teman kelasku yang gokil abis  hehehehe, foto ini diambil pas abis ngikutin kuliah Dosen favoritku dan favorit temen-temen sekelas tentunya, siapakah dia ????, dia adalah misteeeeeeeeeeeeer konel hahahaha kayak mau nyebutin nama petinju aja (emote lebay). foto ini aku curi dari FB temenku yaitu lindah, semoga aja dia gag baca entrian ini biar gag ketahuan ssssssst hohoho. kami di sini adalah warga kelas A jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unikama, eiiittts jangan sangkah dulu, temen kelasku bukan cuman di foto tu aja, yang di foto tu cuman sebagian kecil dari populasi lo hahahaha. Ok di sini akan aku kenalin temen-temenku mulai dari paling atas ndiri ampek yang pualing buawah :

  1. Yang lagi unjuk gigi tu namanya ira dulur, narcis banget ya, kayak yang baru pertama kali punya gigi aja hahahaha, jangkepnya Antonia Irawati, dia nak malang selatan, dia tu ngefan banget sama Sule dan denger-denger dia pernah sampai nangis pas nonton Ovj pas Sule dihinah-hinah gitu sama Andre hahahaha lebay. kelebihan dia tuh kalo lagi debat gitu wuuuuuuuih dia pertahanin banget pendapatnya mati-matian, semangat cuy hehehehe. tapi dia buaiiiiiiiiiik sekali temen hehehe, walaupun terkadang kebaikannya terbalas dengan air tuba,saking baiknya hahaha yang sabar yo mbak xixiixixxx.
  2. Nah yang paling imut tuh namanaya N spasi H (kata Anggoro) alias Nur Khasanah hahaha, cewe Mojokerto punya. Penampilannya yang lucu membuat dia sering dhgodain bonek bonek, bonek kog ada di Bhumi Arema gitu sama temen-temen kelas hahahaha pissssss, lucu ya
  3. lah yang satu ini temenku yang paling susah banget ketawa teman namanya Angga Ambar Sari (Pasuruan), entah kenapa, pernah punya masa lalu yang suram kali hahahaha ( Just Kidding hehehehe), jangan sangka dulu dia sombong kalo pas dicanda-candain dia cuman senyum bentar trus selesai dech hahahaha. karena tersenyum bagi dia ibarat mendaki bukit yang terjal bergunung-gunung melewati lembah wuuuuuiiiiiiiiih berat kan ? hahahaha tapi hatinya baik kog temen hehehe
  4. Sebelahnya Ambar Tuh Namanya Agista asli Pasuruan juga, kalo ini beda sama Ambar temen seperti pinang dibelah dua hohohohoho oh salah ya ?, kalo Agis nih anaknya suka bercanda teman, kalo dicandain pasti bales ibarat siapa yang berani berpantun, dia akan balas dengan puisi dan siapa berpuisi maka dia akan bales dengan nyanyian hahahaha gag nyambung ya jangan kaget dulu mang candanya gag pernah nyambung hahahaha.
  5. Kalo mau tau di sebelahnya Agista tuh, baca profil yang punya blog ini aja ya!!!, yang pasti dia baik hati dan tidak sombong hahahaha (lebay.com)
  6. Yang satu-satunya make seragam kebanggaan kelas A ini namanya adalah Darmiyati teman, saking bangganya jadi anak kelas A sampai dia sendirian yang makai seragam kelas hahahaha, cewe cantik kelahiran 13 januari 91 ini asli kalimantan dan mulai terkenal pada tahun 2009 (terkenal di kelas A maksudya hahaha), dia paling hobby koleksi pilm-pilm horor wuiiiiih atut, kalo nonton pilm lucu ma dia makin gokil aja temen hahahaha
  7. kita geser ke sebelahnya Darmi, Figur yang satu ini punya segudang julukan antara lain "anake pak gatot", "telo" dan yang baru-baru ini yaitu Asep Irama hahahaha, dia anaknya lucu kalo lagi serius tapi kalo sedang cerita lucu gag lucu hahaha aneh bin ajaib, dia banyak temannya karena sikapnya lucu tingkahnya aneh persis orang yang kurang ingatan dan tak sadar dia selengean tapi cinta damai Wiro Sableng disukai banyak orang Wiro Sableng dasar sableng kog jadi ngantur sama lagunya Wiro Sableng ya hahaha , nama aslinya adalah Hamzah Kiantawakal.
  8. Kita geser ke bawahnya lagi, gadis berjilbab coklat yang senyumya irit banget tuh namanya lindah asli malang coret hehehe, nah tuh dia yang punya foto ini temen sssssssttttttttt..... hahahaha, anaknya pendiem ramah lingkungan dan irit BBM hahahaha nglantur lagi, maksudya Ramah dan pendiem hehehehe.
  9. Lah kalo sebelahnya lindah yang mirip dengan cewe lagi sakit gigi tuh namanya Dwi Endah yang artinya menurut Tatang sutarma yaitu Dwi = dua, Endah = terindah, jadi artinya anak kedua yang paling cantik yak yak yak yak  meledak ntar kepalanya hahahaha ( just kidding ) cewe yang hobbynya mrengut ini berasal dari kota Osing Banyuwangi, jauh kan ? ya ealah, ingin menjadi kebanggan keluarga menyebabkan dia tersesat di malang hahahaha tapi masih bisa pulang kalo pas liburan hohoho.
  10. Sebelahnya Endah adalah sosok cowo kalem, pendiam dan baik hati namanya Anggoro Tri. cowo manis kelahiran Blitar ini mempunyai pekerjaan sampingan yaitu Jual Pulsa, walaupun sering kehabisan stok pulsa karena pelangganya dari kalangan mahasiswa mulai berjubel hahahaha. wajahnya yang manis  dan lucu membuat para cewe gemes pengen gampar hahahaha pisss.bagi siapa aja yang butuh pulsa mendadak silahkan call dia.
  11. lah kalo yang ini adalah Cowo Asli kota PLTU yaitu Paiton, namanya Nimas Hermawan atau yang lebih dikenal dengan nama Samin. sifatnya yang sederhana dan suka sekali bercanda membuat dia disukai banyak teman-temannya jadi jangan heran kalo pas jam kosong kuliah, temen-temen banyak yang ngumpul di kosnya hehehehe. banyak sebagian dari temen-temen yang lagi galau memilih curhat sama dia karena sosoknya yang dewasa. dia bercita-cita ingin menjadi guru yang tidak milih kasih terhadap siswanya ( amin hehehehe )

    Nah itulah teman-temanku, Mana temanmu ???
























Friday, March 9, 2012

Tips & Trik Jitu melupakan orang yang kita cinta

Melupakan orang yang kita cintai kayanya ga mungkin yah...Apalagi kalo kita jatuh cinta ma seseorang yang ga akan bisa kita milikin dan kita yakin kalo hubungan kita ga akan berhasil di masa depan. Mungkin inilah tugas tersulit dalam hidup kita, apalagi jika kita yakin bahwa dialah soulmate kita. Gw ga bilang bahwa ini akan mudah / sakit hati bakal ilang dengan cepat, tapi semoga dengan baca tulisan ini akan membuat sedikit perubahan hingga akhirnya bisa lupain mantan...

Mencari cara untuk ngelupain orang yang lo cintai, mungkin akan jadi salah satu tugas tersulit yang harus kita lakuin dalam hidup. Sakitnya karena kehilangan bisa begitu besar hingga kelihatannya mustahil. Apalagi Jika kita sudah bersama dengan seseorang untuk waktu yang lama, ketika dia hilang, seolah2 sebagian hati kita hilang bersama dia. Tapi ketika kita udah bisa nemuin cara melupakan dia, rasa sakit di hati itu akan berkurang dan kita bisa menjadi diri sendiri lagi...


Kalo ada temen yang coba nasehatin kita dengan kata2 "Time heals all wounds", mungkin rasanya kita mau nabok mereka. Tapi sesungguhnya kata2 mereka tuh bener. Tapi ada cara2 yg bisa bikin kita lebih cepat lakuinnya...

Tips n trik :
1. Buang semua foto dia. Lo ga perlu pemandangan hari2 bahagia lo sama dia, ada disetiap sudut pandangan lo. Simpen semua barang2 ttg dia dan enyahkan dari pandangan lo. (Ini termasuk ngeremove dr FB/FS ato semuanya yg berhubungan dgn dia yah...Minimal ampe hati lo siap buat move on... )

2. Jauhin tempat2 lo biasa pergi ma dia. Hindari pergi2 ke situ lagi.

3. Kumpul ma temen2 n keluarga, n habisin waktu kita ma mereka. Semoga mereka bisa membuat pikiran kt teralihkan dari dia.

4. Tanya ma diri lo sendiri, ."KIRA2 APA YANG ADA DI HATINYA ?" keberhasilan suatu hubungan membutuhkan usaha 2 PIHAK. Kalo rasa cinta dia ga sebesar rasa cinta lo, mending simpen aja dh rasa cinta lo buat seseorang yg memiliki perasaan yg sama kepada lo nanti. Kemudian Tanya lagi ma diri lo sendiri "APA DIA LAYAK DIPERJUANGIN ?" sedangkan perlakuan dia ke elo bener2 ga layak. Kalo lo bener2 cinta dia n rela berkorban utk itu, "APA DIA LAKUIN HAL YG SAMA KE ELO?" pertanyaan2 ky gini akan membuat kita buka mata kita tentang kualitas cinta dia kepada kita. So START ASKING YOURSELF.

5. Cintai diri lo sendiri. Lo adalah seseorang yg istimewa dan lo HARUS bahagia. Jika dia ga berpikiran gt n malah bikin lo sedih, berarti dia Ga penting buat lo.

6. Lakukan kegiatan2 buat diri lo sendiri. Beresin kerjaan, pelajaran, hang out ma temen n keluarga. Jangan beri kesempatan utk dia berbaik2 ma lo, krn itu akan bikin ilusi di pikiran kt sendiri.

7. Yakinkan ma diri lo, sebesar apapun lo cinta ma dia, tapi dia GA cinta lo. "SHE/HE IS JUST NOT THAT INTO YOU". Ketika lo STOP mengejar2 org yg ga cinta ma lo, maka lo akan membuka pintu bagi org lain yang tulus mencintai lo.

8. Inget istilah : KALO JODOH GA KEMANA. So kalo lo ma dia berjodoh, pada akhirnya kalian mang akan bersama, krn itulah takdir dari Tuhan YME. Jadi ga usah ngoyo2 sedih2 kehilangan dia, Ikhlas itulah kuncinya. Yakin bahwa ada kekuatan yg lebih besar yg telah mengatur hidup lo.


9. HADAPI kenyataan. Berhentilah berharap n bermimpi. Yang memberikan cinta adalah Tuhan, so berdoalah kepada Dia utk mengambil cinta itu kembali. JANGAN nipu diri lo sendiri dgn mengatakan "Suatu saat dia akan berubah". Yang namanya cinta sejati, akan menerima lo apa adanya, biar seburuk apapun dia dan bahkan saat dia ga cinta ma lo.

10. Jangan kontak2 dia krn itu akan bikin lo kecanduan. Mungkin lo pikir, 1/2 sms gpp, tapi pas lo baca balesan dari dia, sakit hati akan muncul lagi dan akan memperburuk keadaan lo.

11. Akan ada saat2 dimana lo akan ngerasa sangat lemah n bener2 butuhin dia. Terus lo akan coba hubungin dia lagi, padahal akhirnya dia akan cuma bikin lo sakit lagi. Kalo lo lagi ngalamin ini, mending lo tulis semua perasaan sedih dan pikiran lo (bisa curhat lewat kaskus jg kan, dgn ID kloning ?). Walopun perasaan lo jadi campur aduk, tapi minimal bikin lo jadi ga mau hubungin dia lagi. Lo harus kuat lewatin masa2 ky gini, inget kalo hari esok akan lebih baik buat lo. (ctt : Kalo bs sih abis itu lo bakar semua catatan curhatan lo / delete ID lo )

12. Kalo lo berpikir "Ga ada harapan buat hubungan ini", buat apa lo nyiksa diri sendiri ? MOVE ON. Temuin banyak orang, lanjutin hidup. Lo mesti "Siap" saat "The right one" dateng. Mungkin lo berpikir bahwa ga ada yang lebih baik dari dia, tp itu pikiran yg SALAH. Diri kita aja yg ga siap utk bertemu org yg lebih baik krn kita masih sibuk mikirin mantan. Jadi berhenti utk berada di sekitar mantan kita, jika mungkin. Kalo ga bisa, coba lo bayangin saat kita akan nemuin "Mr/Ms Right" nanti, seseorang yg PASTINYA akan mencintai lo seperti lo mencintai dia. Lo layak dapetin seseorang ky gitu.

13. Tetep sibuk. Kita bs liburan, baca buku, nonton film, jalan ma temen/keluarga, belajar, kuliah/les, ato kegiatan lainnya. STOP menyalahkan diri sendiri dgn pertanyaan "Kenapa gw ga cantik bgt ? knp gw ga pinter ? Kenapa gw ga sexy? ato hal lainnya ttg sebab hubungan lo gagal. Kalo lo memang pernah membuat kesalahan, maka belajarlah dari kesalahan itu n jangan ulangin lagi. LIFE MUST GO ON. Kita akan ketemu Mr/Ms Right nanti, n jangan biarin dia ketemu lo dalam keadaan menyedihkan krn putus cinta. Lo mau seseorang yg mencintai lo n yg membutuhkan lo, persis seperti lo mencintai dia.

14. Ga usah memaksakan diri utk melupakan / get over seseorang yg kita cintai. Lepasin kesedihan lo n terima semua. Ijinin diri lo utk ngerasa sedih, nangis, curhat, dengerin lagu mellow, dll. Lama2 pasti lo cape sendiri ma kesedihan lo n siap utk move on. Lakuin semuanya TANPA ada kontak dgn dia karena ORg yg TETAP berhubungan ma lo, pdhl dia ga cinta ma lo sama sekali n dia tahu perasaan lo ky apa ke dia, adalah org yg EGOIS. Lo ga bisa memaksa hati lo utk lupain rasa cinta lo, dan kalo lo lakuin cuma akan memperburuk keadaan dan akhirnya malah nipu diri sendiri. Lo manusia yg punya rasa cinta buat dia, TAPI LO HARUS LEBIH MENCINTAI DIRI SENDIRI. Lo mau kan suatu saat ketemu org yg bisa bikin lo bahagia seutuhnya ? Jadi jangan menyerah utk meraih kesempatan itu. Go Out n terus jadi diri lo sendiri. Tetep jadi diri lo yg ceria n menyenangkan. Suatu hari akan ada yg ngeliat diri lo, n akan mencintai lo seutuhnya.

15. Terima diri lo apa adanya, n cintailah diri lo. Maafin diri lo atas semua keputusan yg lo udah ambil, walaupun berakhir menyakitkan. Tunjukkan semua yg terbaik dari diri lo. Jangan buang2 waktu ma org yg bahkan ga bisa nerima diri lo apa adanya. Hidup cuma sekali, terus kenapa lo sia2in ma org yg bahkan ga bisa melihat indahnya cinta lo. Be Happy, cintai diri lo, maafin diri lo. Mungkin ini ga akan mudah, tp pada akhirnya lo akan nemuin org yg bener2 tepat buat lo.

16. Ambil cuti sehari, isi dengan menangis n berdoa ma Tuhan. Luapkan semua kesedihan lo ma Dia. Kekuatan n keberanian akan timbul dari sakitnya hati. Hidup adalah kesempatan. Berdoalah, bukan hanya demi diri lo sendiri, tp juga untuk dia. Jangan pernah pengalaman pahit mengubah lo jadi org lain. Ketika saatnya datang, lo akan siap utk kembali mencintai seseorang. Ga usah ngoyo mencari cinta, krn cinta yg akan nemuin lo. Lo ga akan pernah tahu rencana Tuhan ttg jodoh. Jangan pernah sangsi akan Rahmat n kasihNya. Semoga lo akan kembali mendapatkan kekuatan setelahnya.

17. Intinya, FOKUS MA DIRI LO. Lo ga akan pernah bisa berhenti mencintai dia tapi mulailah Belajar Hidup tanpa dia. Kalo lo bener2 tulus cinta dia, lo pasti mau dia Bahagia walaupun bukan bersama lo. Bebasin diri lo dari pikiran2 khawatir. Hidup itu mudah, banyak memberi dan jgn mengharap banyak.

18. AMBIL HIKMAHNYA (Ini murni dr ane sendiri). Saat kita mendapat pengalaman buruk dlm suatu hubungan, yakinlah bahwa ini akan menjadi bekal buat hidup kita ke depannya dalam menyikapi perasaan cinta. Lo ke depannya akan lebih ikhlas n legowo dalam menjalani hubungan. Selain itu, lo akan lebih menghargai seseorang yg benar2 tulus mencintai lo apa adanya nanti, saat lo ketemu dengan mr/ms right.


Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=315257779666

Wednesday, March 7, 2012

Siakad Universitas Kanjuruhan Malang ( Unikama )


1. Siakad Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama)


2. Siakad Universitas Merdeka Malang (Unmer)


3. Siakad Universitas Negeri Malang (UM)

4. Siakad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

5. Siakad Polinema Malang

6. Siakad ITN Malang